Sodom dan Gomora: Bukan sekadar kisah kota yang hancur

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAMAT malam kawan shalom.click.🌿

KISAH Sodom dan Gomora terutama terdapat dalam kitab Kejadian pasal 18-19.

Banyak orang langsung mengaitkannya dengan dosa seksual, tetapi jika membaca keseluruhan kesaksian Alkitab, pesannya lebih luas daripada itu.

Garis tegas yang ingin disampaikan Alkitab

Kejahatan yang sudah mencapai puncaknya akan mendatangkan penghakiman Tuhan

Sodom dan Gomora digambarkan sebagai kota yang kejahatannya “sangat berat“.

Tuhan panjang sabar, tetapi ketika kejahatan menjadi sistemik dan masyarakat tidak lagi mau bertobat, penghakiman akhirnya datang.

Kesombongan dan ketidakpedulian terhadap sesama adalah dosa besar

Nabi Yehezkiel menjelaskan bahwa dosa Sodom bukan hanya soal penyimpangan seksual, tetapi juga kesombongan, hidup berkelimpahan tanpa peduli kepada orang miskin, dan melakukan kekejian di hadapan Tuhan (Yehezkiel 16: 49-50).

Hilangnya penghormatan terhadap martabat manusia

Dalam kisah itu terlihat bagaimana penduduk Sodom memperlakukan tamu dengan sangat buruk.

Keramahan, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama telah hilang.

Tuhan tetap menyelamatkan orang benar

Di tengah penghukuman itu, Tuhan menyelamatkan Lot dan keluarganya.

Ini menunjukkan bahwa belas kasihan Tuhan berjalan berdampingan dengan keadilan-Nya.

Apakah hal yang sama masih terjadi saat ini?

Jika yang dimaksud adalah pola dosa dan kerusakan moral, jawabannya: ya, masih terjadi.

Bukan hanya dalam bentuk tertentu, melainkan ketika masyarakat:

Mengagungkan keserakahan.

Mengabaikan orang miskin dan lemah.

Menganggap kejahatan sebagai sesuatu yang biasa.

Menormalisasi ketidakadilan.

Menolak kebenaran dan teguran.

Mengutamakan kepentingan diri sendiri di atas sesama.

Dalam arti itu, “roh Sodom” dapat muncul kapan saja dan di mana saja, bukan hanya pada satu kelompok tertentu.

Pelajaran bagi orang Kristen

Kisah Sodom dan Gomora bukan terutama agar kita sibuk menunjuk dosa orang lain, melainkan mengajak kita bertanya:

Apakah saya masih memiliki belas kasih?

Apakah saya hidup benar di hadapan Tuhan?

Apakah saya peduli kepada mereka yang lemah?

Apakah saya berani mempertahankan kebenaran tanpa kehilangan kasih?

Karena pesan akhirnya bukan sekadar tentang kehancuran sebuah kota, melainkan tentang panggilan untuk bertobat dan hidup sesuai kehendak Tuhan.

Kawan shalom.click. Kisah Sodom dan Gomora sesungguhnya mengingatkan bahwa sebuah bangsa, kota, bahkan individu dapat runtuh bukan karena kurangnya kekayaan, melainkan ketika kehilangan rasa takut akan Tuhan dan kasih kepada sesama. 🙏✨

Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong 

Berita Terkait

PESAN SEPTEMBER — HARI ke-4: “Belajar menunggu waktu Tuhan”
Mengikut Yesus keputusanku: Ketika tidak ada jalan untuk kembali
Merawat CIPTAAN adalah IBADAH
Salib Kasih Tarutung: Jejak sejarah berdirinya Monumen Iman di Tanah Batak
Ketika rupiah terpuruk, harapan jangan ikut runtuh
“Demi Tuhan untuk Siapa?”
BAB IX: SERU — INJIL dari boncengan dan batu bata mentah
Diberkati untuk menjadi berkat: tata kelola iman dalam mengelola Anugerah Tuhan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 03:28 WIB

PESAN SEPTEMBER — HARI ke-4: “Belajar menunggu waktu Tuhan”

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:22 WIB

Mengikut Yesus keputusanku: Ketika tidak ada jalan untuk kembali

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:09 WIB

Merawat CIPTAAN adalah IBADAH

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:23 WIB

Salib Kasih Tarutung: Jejak sejarah berdirinya Monumen Iman di Tanah Batak

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:26 WIB

Ketika rupiah terpuruk, harapan jangan ikut runtuh

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Yesus, Roti kehidupan sejati

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:34 WIB

SULUH ZAMAN

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:43 WIB