ADA hari ketika kita bangun dengan banyak pertanyaan.
Pekerjaan belum juga menemukan jalan.
Doa yang kita panjatkan belum mendapat jawaban seperti yang kita harapkan.
Masalah keluarga masih ada.
Rencana yang sudah disusun dengan baik pun bisa saja berantakan.
Lalu kita bertanya, “Tuhan, sampai kapan?”
Habakuk juga pernah berada di titik seperti itu.
Ia melihat keadaan yang sulit dan tidak mudah memahami cara Tuhan bekerja.
Namun perjalanan imannya membawa Habakuk pada satu kesimpulan penting: sukacita kepada Tuhan tidak harus menunggu keadaan menjadi sempurna.
Ketika tidak ada yang bisa dibanggakan
Dalam Habakuk 3:17-18, digambarkan keadaan yang sangat sederhana: pohon ara tidak berbunga, hasil kebun tidak ada, ternak tidak menghasilkan seperti yang diharapkan.
Secara manusia, semuanya terlihat mengecewakan.
Tetapi Habakuk berkata bahwa ia akan tetap bersorak-sorak di dalam Tuhan dan bersukacita di dalam Allah yang menyelamatkannya.
Wow…
Ini bukan berarti Habakuk tidak merasakan kesulitan.
Ia hanya memilih untuk tidak membiarkan kesulitan menentukan seluruh isi hatinya.
Sukacita bukan karena semuanya baik
Kadang kita berpikir kita baru bisa bersyukur kalau masalah selesai.
Padahal iman mengajarkan sesuatu yang berbeda.
Kita bisa bersyukur bukan karena semua keadaan baik, tetapi karena Tuhan tetap baik.
Hari ini mungkin belum ada jawaban.
Tetapi Tuhan masih ada.
Saat ini mungkin belum ada perubahan besar.
Tetapi Tuhan masih bekerja.
Hari ini mungkin kita belum melihat jalan keluar.
Tetapi tangan Tuhan tidak pernah kehilangan arah.
Jangan kehilangan harapan
Kawanku, kalau hari ini kamu sedang berada dalam masa sulit, jangan buru-buru menyerah.
Mungkin yang kamu lihat sekarang adalah kekurangan, tetapi Tuhan sedang mempersiapkan kecukupan.
Boleh jadi yang kamu lihat adalah pintu yang tertutup, tetapi Tuhan sedang mengarahkanmu kepada jalan yang lebih baik.
Mungkin doamu terasa lama dijawab, tetapi bukan berarti Tuhan lupa.
Tetaplah percaya, berjalan, dan bersyukur.
Sebab seperti Habakuk, kita belajar bahwa sumber sukacita kita bukanlah keadaan, melainkan Tuhan sendiri.
Pesan hari ini
Kalau hari ini belum banyak yang bisa kita banggakan, tidak apa-apa.
Kita masih punya Tuhan.
Jika hari ini belum semua doa terjawab, tidak apa-apa.
Kita masih punya pengharapan.
Dan kalau perjalanan hidup terasa berat, jangan berjalan sendirian.
Pegang Tuhan. Percayakan langkahmu kepada-Nya.
Selamat pagi. 🌤️
Mari menjalani hari ke-15 dengan satu keyakinan: sekalipun keadaan belum berubah, Tuhan tetap setia. Dan selama Tuhan masih bersama kita, selalu ada alasan untuk berharap.
Firman penguat:
“Namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”
— Habakuk 3: 18
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong







