Merawat firman di setiap musim kehidupan keluarga

Senin, 8 Juni 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAMAT malam, kawan shalom.click. 🌿

DALAM tradisi kehidupan keluarga Kristen, ada momen-momen penting yang biasanya disertai dengan firman Tuhan dan doa dari pendeta: saat kelahiran anak, masa peneguhan iman atau remaja, hingga pemberkatan pernikahan.

Sering kali firman itu didengar dengan penuh sukacita pada saat peristiwa berlangsung, tetapi kemudian tersimpan begitu saja di dalam album foto, buku kenangan, atau hanya tinggal dalam ingatan.

Padahal, firman yang diberikan pada setiap tahap kehidupan itu sesungguhnya bukan sekadar “ucapan selamat”, melainkan pesan Allah yang menyertai perjalanan hidup seseorang.

Saat kelahiran, firman Tuhan mengingatkan bahwa seorang anak adalah anugerah dan titipan Tuhan. Orang tua dipanggil untuk membesarkan anak dalam kasih dan pengenalan akan Tuhan.

Saat masa remaja, firman Tuhan biasanya menjadi penguatan agar anak muda bertumbuh dalam iman, menjaga hidup yang benar, dan menemukan tujuan hidup sesuai kehendak Allah.

Saat membentuk rumah tangga baru, firman Tuhan menjadi fondasi agar suami dan istri membangun keluarga dalam kasih, kesetiaan, pengampunan, dan takut akan Tuhan.

Kawanku, ada sesuatu yang indah jika firman-firman itu dibaca ulang dan dirawat secara rohani.

Ketika keluarga membaca kembali firman yang pernah diberikan pada momen-momen penting tersebut, mereka seperti membuka kembali surat cinta dari Tuhan. Mereka diingatkan akan penyertaan-Nya, janji-Nya, dan panggilan hidup yang pernah diteguhkan.

Saat menghadapi kesulitan ekonomi, firman itu dapat menjadi penghiburan.

Saat anak mulai menjauh dari jalan Tuhan, firman itu menjadi pengingat akan doa dan harapan yang pernah dipanjatkan.

Saat rumah tangga mengalami badai, firman pemberkatan pernikahan dapat mengingatkan kembali alasan mengapa mereka dipersatukan Tuhan.

Firman yang dibaca ulang tidak mengubah masa lalu, tetapi dapat memperbarui hati untuk melangkah ke masa depan.

Karena itu, alangkah baiknya setiap keluarga Kristen menyimpan firman-firman tersebut dalam sebuah “album rohani keluarga” atau catatan khusus. Sesekali dibaca bersama, direnungkan, dan didoakan kembali.

Seperti yang tertulis dalam Ulangan 6: 6-7:

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu…”

Firman Tuhan yang terus diingat, dibaca, dan dipelihara akan menjadi akar yang menguatkan keluarga. Dan akar yang kuat akan menolong keluarga tetap berdiri, baik pada musim sukacita maupun pada musim pergumulan. 🙏📖🌿

Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong 

Berita Terkait

Jangan takut, Tuhan ada bersamamu
Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia
BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu
Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?
Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi
Ketika Pajak Menjadi Beban: Belajar dari Raja Rehabeam dan Suara Para Nabi
Korupsi berawal dari hati yang tidak pernah puas
Generasi Digital: Bijak Menggunakan Teknologi sebagai Alat Kemuliaan Tuhan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Jangan takut, Tuhan ada bersamamu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:11 WIB

BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi

Berita Terbaru

RENUNGAN

Memenangkan hati yang gelisah dengan Tuhan

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:55 WIB

NAFAS KASIH

Pesan September — Hari ke-13: “Belajar bersyukur hari ini”

Minggu, 13 Sep 2026 - 08:57 WIB