SELAMAT malam, kawan shalom.click. 🌿
DALAM tradisi kehidupan keluarga Kristen, ada momen-momen penting yang biasanya disertai dengan firman Tuhan dan doa dari pendeta: saat kelahiran anak, masa peneguhan iman atau remaja, hingga pemberkatan pernikahan.
Sering kali firman itu didengar dengan penuh sukacita pada saat peristiwa berlangsung, tetapi kemudian tersimpan begitu saja di dalam album foto, buku kenangan, atau hanya tinggal dalam ingatan.
Padahal, firman yang diberikan pada setiap tahap kehidupan itu sesungguhnya bukan sekadar “ucapan selamat”, melainkan pesan Allah yang menyertai perjalanan hidup seseorang.

Saat kelahiran, firman Tuhan mengingatkan bahwa seorang anak adalah anugerah dan titipan Tuhan. Orang tua dipanggil untuk membesarkan anak dalam kasih dan pengenalan akan Tuhan.
Saat masa remaja, firman Tuhan biasanya menjadi penguatan agar anak muda bertumbuh dalam iman, menjaga hidup yang benar, dan menemukan tujuan hidup sesuai kehendak Allah.
Saat membentuk rumah tangga baru, firman Tuhan menjadi fondasi agar suami dan istri membangun keluarga dalam kasih, kesetiaan, pengampunan, dan takut akan Tuhan.
Kawanku, ada sesuatu yang indah jika firman-firman itu dibaca ulang dan dirawat secara rohani.
Ketika keluarga membaca kembali firman yang pernah diberikan pada momen-momen penting tersebut, mereka seperti membuka kembali surat cinta dari Tuhan. Mereka diingatkan akan penyertaan-Nya, janji-Nya, dan panggilan hidup yang pernah diteguhkan.
Saat menghadapi kesulitan ekonomi, firman itu dapat menjadi penghiburan.
Saat anak mulai menjauh dari jalan Tuhan, firman itu menjadi pengingat akan doa dan harapan yang pernah dipanjatkan.
Saat rumah tangga mengalami badai, firman pemberkatan pernikahan dapat mengingatkan kembali alasan mengapa mereka dipersatukan Tuhan.
Firman yang dibaca ulang tidak mengubah masa lalu, tetapi dapat memperbarui hati untuk melangkah ke masa depan.
Karena itu, alangkah baiknya setiap keluarga Kristen menyimpan firman-firman tersebut dalam sebuah “album rohani keluarga” atau catatan khusus. Sesekali dibaca bersama, direnungkan, dan didoakan kembali.
Seperti yang tertulis dalam Ulangan 6: 6-7:
“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu…”
Firman Tuhan yang terus diingat, dibaca, dan dipelihara akan menjadi akar yang menguatkan keluarga. Dan akar yang kuat akan menolong keluarga tetap berdiri, baik pada musim sukacita maupun pada musim pergumulan. 🙏📖🌿
Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong









