Berkat yang mengalir, hidup yang bermakna

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENJADI seseorang yang bermanfaat bukan terutama soal seberapa banyak yang kita miliki, melainkan seberapa banyak yang kita bagikan bagi kebaikan sesama.

Punya pengetahuan tinggi seharusnya membuat seseorang semakin rendah hati.

Pengetahuan bukan untuk merasa lebih hebat, melainkan untuk menerangi jalan orang lain yang masih mencari arah. Pohon yang berbuah lebat justru semakin merunduk.

Diberi berkat berlimpah seharusnya membuat seseorang semakin murah hati.

Berkat bukan hanya tanda kasih Tuhan kepada kita, tetapi juga sarana agar kasih itu mengalir kepada orang lain.

Sungai tetap jernih karena airnya mengalir; demikian pula berkat akan menemukan maknanya ketika dibagikan.

Memiliki jabatan atau pengaruh seharusnya membuat seseorang semakin melayani. Kepemimpinan yang sejati bukan tentang berapa banyak orang melayani kita, melainkan berapa banyak orang yang hidupnya menjadi lebih baik karena kehadiran kita.

Dalam perspektif iman Kristen, Tuhan tidak hanya bertanya, “Apa yang engkau miliki?” tetapi juga, “Apa yang telah engkau lakukan dengan apa yang Aku percayakan kepadamu?

Tuhan Yesus mengajarkan:

Karena setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut.” (Lukas 12: 48)

Karena itu, orang yang berpengetahuan hendaknya menjadi penerang. Orang yang diberkati hendaknya menjadi saluran berkat. Orang yang kuat hendaknya menjadi penopang yang lemah.

Pada akhirnya, nilai hidup seseorang tidak diukur dari seberapa tinggi ia berdiri, tetapi dari seberapa banyak orang yang dapat ia bangkitkan.

Penyebar: shalom.click | Kiran Karin 

Berita Terkait

Luka di hati gak akan SEMBUH kalau terus DISEMBUNYIKAN
Saat kebenaran dipelintir, jangan sampai hatimu ikut terbalik
Sekejap saja, Tuhan…
“Jangan cuma CEPAT NGETIK, tapi CEPAT DENGERIN!”
Damai yang tidak bergantung pada keadaan
Haruskah aku terus mengasihi orang yang terus menyakitiku?
Ketika AIB menjadi TONTONAN: Apa yang sedang terjadi dengan HATI MANUSIA?
Tetap mendengar suara Tuhan di tengah bangsa yang gelisah
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Luka di hati gak akan SEMBUH kalau terus DISEMBUNYIKAN

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:35 WIB

Saat kebenaran dipelintir, jangan sampai hatimu ikut terbalik

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:07 WIB

Sekejap saja, Tuhan…

Senin, 27 Juli 2026 - 06:32 WIB

“Jangan cuma CEPAT NGETIK, tapi CEPAT DENGERIN!”

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:23 WIB

Damai yang tidak bergantung pada keadaan

Berita Terbaru

Uncategorized

Belajar dari Semut, jangan cuma sibuk untuk diri sendiri

Minggu, 2 Agu 2026 - 15:45 WIB

KABAR BAIK HARI INI

Jangan minder dengan yang kecil, Tuhan bisa membuatnya berdampak besar

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:48 WIB

KABAR BAIK HARI INI

KAYA boleh, SERAKAH jangan! Saatnya HARTA menjadi BERKAT

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:13 WIB

NAFAS KASIH

Luka di hati gak akan SEMBUH kalau terus DISEMBUNYIKAN

Sabtu, 1 Agu 2026 - 22:56 WIB