Selamat siang kawan shalom.click 🙏
KATA berkat sering kali dipersempit hanya menjadi uang, jabatan, usaha yang maju, atau harta yang bertambah. Padahal dalam Alkitab, berkat memiliki makna yang jauh lebih luas dan mendalam.
Apa itu berkat menurut Alkitab?
Dalam Alkitab, berkat adalah segala kebaikan yang berasal dari Tuhan untuk menopang kehidupan manusia, baik secara rohani maupun jasmani.
Berkat dapat berupa:
Damai sejahtera.
Kesehatan.
Hikmat.
Keselamatan.
Keluarga yang harmonis.
Persahabatan yang baik.
Pekerjaan dan penghasilan.
Kesempatan untuk melayani.
Kekuatan menghadapi penderitaan.
Bahkan ketika seseorang sedang mengalami kesulitan, ia tetap dapat disebut diberkati apabila Tuhan menyertainya.
Firman Tuhan berkata:
“Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”(Amsal 10: 22)
Artinya, berkat sejati bukan sekadar banyaknya yang dimiliki, tetapi adanya penyertaan Tuhan dalam apa yang dimiliki.
Adakah Tata Kelola Iman untuk Menerima Berkat?
Alkitab tidak mengajarkan “rumus cepat kaya”, tetapi menunjukkan beberapa prinsip hidup yang membuka ruang bagi berkat Tuhan.
Mengutamakan Tuhan
Yesus berkata: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”(Matius 6: 33)
Berkat bukan tujuan utama. Tuhanlah yang menjadi tujuan utama.
Dalam Perjanjian Lama, bangsa Israel berulang kali diingatkan bahwa ketaatan membawa berkat, sedangkan pemberontakan membawa kesulitan.
Salah satu bagian terkenal adalah: Ulangan, yang menjelaskan hubungan antara ketaatan dan berkat.
Alkitab menghargai kerja keras. “Tangan yang rajin menjadikan kaya.” (Amsal 10: 4)
Iman tidak menggantikan kerja. Iman menuntun kerja agar dilakukan dengan benar.
Prinsip Kerajaan Allah unik: “Siapa memberi kepada orang miskin, memiutangi Tuhan.” (Amsal 19: 17)
Dalam pandangan dunia, memberi membuat berkurang. Dalam pandangan Tuhan, memberi justru membuka saluran berkat.
Siapa yang disebut orang yang diberkati?
Alkitab tidak selalu menyebut orang kaya sebagai orang yang diberkati.
Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah…” (Matius 5: 3)
Kata “berbahagia” di sini juga dapat dipahami sebagai “diberkati”. Maka orang yang diberkati adalah:
Orang yang mengenal Tuhan.
Orang yang hidup benar.
Orang yang mengandalkan Tuhan.
Orang yang menjadi berkat bagi sesama.
Bukan semata-mata orang yang memiliki banyak harta.
Mengapa berkat tidak boleh berhenti pada diri sendiri?
Ini salah satu prinsip terbesar dalam Alkitab. Ketika Tuhan memanggil Abraham, Tuhan berkata: “Aku akan memberkati engkau … dan engkau akan menjadi berkat.” (Kejadian 12: 2)
Perhatikan baik-baik: Tuhan tidak berkata: “Aku akan memberkati engkau supaya engkau menimbun berkat.”
Tetapi: “Engkau akan menjadi berkat.” Artinya, berkat adalah sungai yang mengalir, bukan waduk yang menahan air.
Peringatan bagi orang yang menerima berkat
Alkitab mengingatkan agar manusia tidak menjadi sombong ketika diberkati. Dalam Ulangan, Tuhan memperingatkan Israel: Jangan sampai setelah kenyang dan makmur, engkau berkata: kekuatanku sendiri yang membuat aku berhasil.
Kesombongan adalah salah satu bahaya terbesar setelah menerima berkat.
Tidak semua orang memiliki uang banyak, tetapi setiap orang dapat menjadi saluran berkat.
Misalnya: Menolong yang lapar. Menghibur yang berduka. Mengunjungi yang sakit. Memberi pekerjaan kepada orang lain. Mengajar dan membagikan ilmu. Mendoakan sesama. Memberikan waktu dan perhatian.
Kadang-kadang senyum yang tulus dan telinga yang mau mendengar menjadi berkat yang lebih berharga daripada uang.
Perenungan untuk kawan shalom.click
Berkat bukanlah ukuran seberapa banyak yang kita miliki, melainkan seberapa besar kasih Tuhan yang mengalir melalui hidup kita.
Seseorang bisa memiliki sedikit, tetapi menjadi berkat bagi banyak orang.
Sebaliknya, seseorang bisa memiliki sangat banyak, tetapi hidupnya tidak pernah menguatkan siapa pun.
Karena itu, pertanyaan terpenting bukanlah: “Seberapa besar berkat yang sudah saya terima?” Melainkan: “Melalui berkat yang Tuhan percayakan, berapa banyak orang yang telah merasakan kasih Tuhan?”
Kiranya Tuhan menjadikan kita bukan hanya penerima berkat, tetapi juga penyalur berkat bagi sesama. Amin.
Penyebar: shalom.click | Kiran Karin









