Menjadi jembatan, bukan tembok

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAMAT pagi kawan shalom.click. 🌿

ALKITAB sangat kuat menekankan peranan orang percaya untuk menjadi pembawa damai, penjaga persatuan, dan teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Seorang Kristen tidak hanya dipanggil untuk beribadah, tetapi juga untuk menjaga kerukunan, menghormati sesama, dan tidak mudah terseret oleh provokasi yang memecah belah.

Beberapa pesan firman Tuhan yang relevan antara lain:

Dalam Matius 5: 9, Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Ini menunjukkan bahwa menciptakan dan memelihara perdamaian adalah identitas anak-anak Tuhan.

Dalam Roma 12: 18 tertulis: “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.

Orang Kristen dipanggil untuk menjadi pihak yang aktif membangun hubungan baik, bukan memperbesar konflik.

Dalam Yakobus 1: 19, firman Tuhan mengingatkan: “Hendaklah setiap orang cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah.”

Ini menjadi dasar agar tidak mudah terprovokasi oleh berita, isu, atau perkataan yang dapat memecah persaudaraan.

Dalam Efesus 4: 3, umat percaya diminta untuk “memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.

Persatuan bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, tetapi harus dirawat setiap hari.

Dari firman-firman tersebut, peranan warga Kristen dapat dirangkum menjadi:

Menjadi pembawa damai di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Menghargai perbedaan suku, budaya, dan keyakinan dengan sikap kasih dan hormat.

Menyaring informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Tidak mudah terprovokasi oleh ujaran kebencian, fitnah, atau hasutan.

Mengedepankan dialog dan kasih ketika terjadi perbedaan pendapat.

Menjadi teladan dalam perkataan, sikap, dan tindakan yang menyejukkan.

Bagi pembaca shalom.click, pesan sederhananya adalah:

Orang Kristen bukan dipanggil untuk menambah panasnya keadaan, melainkan menghadirkan kesejukan. Bukan menjadi penyebar kemarahan, melainkan penabur damai. Ketika dunia mudah terpecah oleh perbedaan, anak-anak Tuhan dipanggil menjadi jembatan yang menghubungkan, bukan tembok yang memisahkan.

Kiranya melalui kehidupan yang rukun, damai, toleran, dan bijaksana, nama Tuhan semakin dimuliakan di tengah masyarakat. 🙏🌿

Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong 

Berita Terkait

Generasi Digital: Bijak Menggunakan Teknologi sebagai Alat Kemuliaan Tuhan
Suara Rakyat adalah Suara Tuhan? Benarkah atau sekadar Slogan Politik?
Ketika kebencian mudah menyebar, orang percaya dipanggil menebar damai
Ketika perbedaan menjadi berkat
Salib Kasih Tarutung: Jejak Sejarah Berdirinya Monumen Iman di Tanah Batak
Salib Kasih Tarutung: Jejak Sejarah Berdirinya Monumen Iman di Tanah Batak
Salib Kasih Tarutung: Jejak Sejarah Berdirinya Monumen Iman di Tanah Batak
Salib Kasih Tarutung: Jejak Sejarah Berdirinya Monumen Iman di Tanah Batak
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Generasi Digital: Bijak Menggunakan Teknologi sebagai Alat Kemuliaan Tuhan

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Suara Rakyat adalah Suara Tuhan? Benarkah atau sekadar Slogan Politik?

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Ketika kebencian mudah menyebar, orang percaya dipanggil menebar damai

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB

Ketika perbedaan menjadi berkat

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:57 WIB

Salib Kasih Tarutung: Jejak Sejarah Berdirinya Monumen Iman di Tanah Batak

Berita Terbaru

RENUNGAN

Tuhan, Malam ini duduklah bersamaku

Selasa, 4 Agu 2026 - 00:20 WIB

Uncategorized

Belajar dari Semut, jangan cuma sibuk untuk diri sendiri

Minggu, 2 Agu 2026 - 15:45 WIB