AYAT Yohanes 14: 14 memang sering menimbulkan pertanyaan besar:
“Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”
Sekilas, ayat ini terdengar seperti cek kosong dari Tuhan: apa saja yang diminta pasti diberikan.
Namun jika dibaca dalam keseluruhan ajaran Yesus, maknanya jauh lebih dalam.
Apa artinya “dalam nama-Ku”?
Banyak orang mengira cukup mengakhiri doa dengan kalimat “dalam nama Yesus”, maka permohonan pasti dikabulkan.
Padahal dalam budaya Alkitab, “nama” berarti pribadi, karakter, kehendak, dan otoritas seseorang.
Jadi berdoa dalam nama Yesus berarti:
Meminta sesuatu yang sejalan dengan kehendak-Nya.
Meminta dengan hati yang tunduk kepada-Nya.
Meminta untuk memuliakan Tuhan, bukan sekadar memuaskan keinginan diri. Misalnya:
Memohon kekuatan menghadapi penyakit.
Memohon hikmat mengambil keputusan.
Memohon keselamatan keluarga.
Memohon kemampuan mengampuni.
Permohonan-permohonan seperti itu sangat selaras dengan hati Kristus.
Apakah ini sebuah jaminan?
Ya, tetapi bukan jaminan bahwa Tuhan akan memberikan semua yang kita inginkan.
Ini adalah jaminan bahwa Tuhan mendengar dan bertindak atas doa anak-anak-Nya sesuai dengan hikmat dan kehendak-Nya.
Kadang jawabannya:
Ya — Tuhan memberikannya.
Tunggu — belum waktunya.
Tidak — karena Tuhan memiliki rencana yang lebih baik.
Rasul Paulus pernah memohon agar “duri dalam dagingnya” disingkirkan.
Namun Tuhan tidak mengabulkan permintaan itu. Sebaliknya, Tuhan berkata:
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu.” (2 Korintus 12: 9)
Artinya, Tuhan menjawab, tetapi tidak sesuai dengan bentuk yang diminta Paulus.
Dalam situasi seperti apa ayat ini terwujud?
Ayat ini nyata ketika seseorang hidup dekat dengan Kristus.
Semakin seseorang mengenal Tuhan, semakin doanya selaras dengan kehendak Tuhan.
Ketika hati dan kehendaknya menyatu dengan kehendak Kristus, ia akan melihat banyak doanya dijawab.
Seorang anak kecil mungkin meminta permen setiap hari. Orang tua yang baik tidak akan selalu memberikannya.
Namun ketika anak itu meminta makanan yang bergizi, perlindungan, atau pertolongan, orang tua dengan senang hati memberikannya.
Begitu pula dengan Tuhan.
Pelajaran pentingnya
Yohanes 14: 14 bukanlah janji bahwa Tuhan akan memenuhi semua keinginan manusia.
Ayat ini adalah janji bahwa Tuhan Yesus tidak akan mengabaikan doa yang lahir dari hubungan yang benar dengan-Nya dan yang selaras dengan kehendak-Nya.
Karena itu, fokus orang percaya bukan pertama-tama “bagaimana supaya semua doaku dikabulkan”, melainkan:
“Tuhan, bentuklah hatiku supaya apa yang kuinginkan semakin sama dengan apa yang Engkau kehendaki.”
Ketika itu terjadi, kita sering menemukan bahwa mukjizat terbesar bukanlah Tuhan mengubah keadaan, melainkan Tuhan mengubah hati kita sehingga tetap memiliki damai sejahtera di tengah keadaan yang belum berubah.
Jika direnungkan lebih jauh, Yohanes 14: 14 sebenarnya bukan terutama berbicara tentang kekuatan doa, melainkan tentang kedekatan hubungan dengan Yesus.
Semakin dekat kita kepada-Nya, semakin kita memahami apa yang sungguh layak untuk diminta.
Penyebar: shalom.click | Ebenezer









