Negeri milik Tuhan

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.”
(Mazmur 24: 1)

SERING kali manusia hidup seolah-olah segala sesuatu adalah miliknya sendiri.

Padahal, Alkitab mengingatkan bahwa bumi dan segala isinya adalah milik Tuhan.

Kita hanyalah penatalayan yang dipercayakan untuk mengelola apa yang Tuhan berikan selama hidup di dunia ini.

Karena kita tinggal di negeri milik Tuhan, maka setiap kelebihan yang kita miliki seharusnya menjadi berkat bagi sesama.

Jika kita diberi kelebihan akal dan pengetahuan, gunakanlah untuk menghadirkan kesejahteraan bersama, bukan untuk menipu atau merendahkan orang lain.

Jika kita diberi kelebihan harta, gunakanlah untuk menolong mereka yang berkekurangan, sebab berkat Tuhan tidak dimaksudkan hanya untuk dinikmati sendiri.

Jika kita diberi kuasa dan jabatan, gunakanlah untuk melayani dan memperjuangkan kebaikan banyak orang, bukan untuk mencari keuntungan pribadi.

Kesadaran bahwa kita hidup di negeri milik Tuhan akan menolong kita tetap rendah hati.

Kita menyadari bahwa semua yang ada pada kita hanyalah titipan yang suatu saat harus dipertanggungjawabkan kepada Sang Pemilik kehidupan.

Ketika manusia kehilangan kesadaran itu, ia mudah dikuasai keserakahan, egoisme, dan nafsu yang hanya mengejar kepentingan diri sendiri.

Namun ketika manusia tetap hidup dalam takut akan Tuhan, ia akan menggunakan akal budi, harta, dan kuasanya untuk memuliakan Tuhan dan membantu sesama.

Mari menjaga kesadaran bahwa kita berada di negeri milik Tuhan. Dengan demikian, hidup kita tidak dikuasai oleh naluri semata, tetapi dipimpin oleh hikmat dan kasih yang berasal dari Tuhan.

Doa:
Tuhan, ajarlah kami untuk selalu sadar bahwa dunia ini adalah milik-Mu. Tolong kami menggunakan setiap talenta, harta, dan kesempatan yang Engkau percayakan untuk menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan nama-Mu. Amin.

Salam damai sejahtera.
shalom.click

Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong 

Berita Terkait

Memenangkan hati yang gelisah dengan Tuhan
RENUNGAN PAGI, Jangan berhenti mengetuk
Merdeka bukan berarti semau gue
Di muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Ketika MATA menjadi JENDELA HATI
Tuhan merdekakanlah kami…
Pengharapan di tengah-tengah penderitaan
Bersabar dalam penderitaan: Tuhan tidak pernah terlambat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:55 WIB

Memenangkan hati yang gelisah dengan Tuhan

Rabu, 2 September 2026 - 05:22 WIB

RENUNGAN PAGI, Jangan berhenti mengetuk

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Merdeka bukan berarti semau gue

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:17 WIB

Di muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Ketika MATA menjadi JENDELA HATI

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Yesus, Roti kehidupan sejati

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:34 WIB

SULUH ZAMAN

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:43 WIB