“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” (Mazmur 34: 19)
“Aku Udah Baik-baik Aja…” Benarkah?
Pernahkah kamu bilang begini, “Aku udah move on kok.” Nyatanya setiap kali nama orang itu disebut, hatimu langsung sesak?
Atau kamu ketawa bareng teman-teman, tapi begitu sendirian, rasa kecewa, marah, dan sedih datang lagi.
Banyak dari kita jago menyembunyikan luka. Kita upload senyum di media sosial, tapi diam-diam hati masih berdarah.
Masalahnya, luka yang cuma ditutupi gak akan otomatis sembuh.
Luka yang Dipelihara Bisa Mengubah Cara Kita Hidup
Kalau luka hati terus dibiarkan, pelan-pelan dia mulai menguasai hidup kita.
Bisa jadi susah percaya sama orang, dan gampang curiga.
Begitu tersinggung cepat marah.
Bahkan mulai menutup hati terhadap kasih Tuhan.
Luka yang gak disembuhkan sering berubah jadi kepahitan.
Dan kepahitan itu seperti racun yang kita minum sendiri sambil berharap orang lain yang merasakan akibatnya.
Yesus Gak Pernah Menyuruh Kita Pura-pura Kuat
Banyak orang berpikir menjadi orang percaya berarti harus selalu terlihat kuat.
Padahal Yesus sendiri menangis.
Dia memahami rasa ditolak, dikhianati, difitnah, bahkan ditinggalkan.
Karena itu Tuhan gak pernah berkata, “Simpan saja lukamu.”
Tuhan malah berkata:
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11: 28)
Tuhan ingin kita membawa luka itu kepada-Nya, bukan memikulnya sendirian.
Berdamai Bukan Berarti Melupakan
Sering kali kita mengira berdamai berarti menganggap semua yang terjadi itu biasa saja.
Bukan. Berdamai berarti berhenti membiarkan masa lalu mengendalikan masa depan.
Mengampuni bukan berarti berkata bahwa orang yang menyakiti kita benar.
Mengampuni, menyerahkan hak untuk membalas kepada Tuhan dan memilih hidup bebas dari belenggu kebencian.
Itulah yang Alkitab ajarkan.
Gimana Mulai Sembuh?
Mulailah dengan jujur kepada Tuhan. Ceritakan semuanya dalam doa.
Menangislah kalau memang ingin menangis. Bacalah firman Tuhan setiap hari.
Kalau perlu, ceritakan kepada orang yang dewasa secara rohani dan bisa dipercaya.
Pemulihan sering kali bukan terjadi dalam satu malam. Tapi setiap langkah kecil menuju Tuhan akan membawa hati semakin pulih.
Kamu Masih Berharga
Kalau hari ini kamu merasa rusak karena pernah disakiti… Kalau kamu merasa gak pantas dicintai lagi…
Ingat satu hal. Luka memang bagian dari perjalanan hidup, tapi luka bukan identitasmu.
Identitasmu adalah anak yang dikasihi Tuhan.
Kasih Yesus jauh lebih besar daripada semua luka yang pernah kamu alami.
Dan saat Tuhan menyentuh hati yang remuk, Dia gak cuma menutup lukanya.
Dia mengubahnya menjadi kesaksian yang menguatkan banyak orang.
Yuk, Renungkan
Jangan biarkan luka lama terus tinggal di hati sampai mencuri sukacita yang Tuhan sudah siapkan.
Datanglah kepada Yesus.
Karena hati yang diserahkan kepada Tuhan bukan cuma dipulihkan, tapi juga dipakai menjadi saluran kasih bagi orang lain yang sedang terluka.
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong









