“Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka.”
DI setiap zaman, manusia menghadapi persoalan yang hampir sama: ketidakadilan, penderitaan, dan harapan akan hadirnya pemimpin yang membawa kesejahteraan.
Ketika keadaan bangsa terasa sulit, harga kebutuhan meningkat, lapangan pekerjaan terbatas, dan masyarakat kecil merasakan beratnya kehidupan, banyak orang bertanya, “Di manakah Tuhan?“
Matius 13: 34 mengingatkan bahwa Yesus mengajar melalui perumpamaan agar setiap orang mau merenungkan kebenaran Allah, bukan sekadar melihat keadaan di permukaan.
Firman Tuhan mengajak kita memiliki hati yang peka untuk memahami bahwa di balik setiap pergumulan, Allah tetap bekerja dan memanggil umat-Nya hidup dalam iman, kasih, dan kebenaran.
Sebagai orang percaya, kita boleh berharap agar setiap pemimpin menjalankan amanah dengan adil, jujur, dan berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Alkitab mengajarkan bahwa keadilan adalah salah satu dasar yang dikehendaki Allah dalam kehidupan bersama.
Namun, harapan itu tidak boleh berubah menjadi kebencian atau keputusasaan.
Sebaliknya, kita dipanggil untuk tetap menjadi pembawa damai, mendoakan para pemimpin, menyuarakan kebenaran dengan kasih, serta menghadirkan pertolongan bagi sesama.
Damai sejahtera yang sejati tidak hanya bergantung pada situasi politik atau ekonomi.
Damai itu lahir ketika hati tetap berpegang kepada Kristus, Sang Raja Damai.
Dari hati yang dipenuhi kasih Kristus, akan lahir tindakan yang membangun, menguatkan, dan membawa pengharapan bagi lingkungan sekitar.
Doa:
Tuhan Yesus, berikanlah hikmat kepada para pemimpin agar memerintah dengan adil dan mengutamakan kesejahteraan rakyat.
Tolong kami menjadi pembawa damai, tetap setia pada kebenaran, serta tidak kehilangan pengharapan di tengah berbagai tantangan bangsa. Amin.
Penyebar: Shalom.click | Karin Kiran









