Damai yang tidak bergantung pada keadaan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats: “DAMAI sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” — Yohanes 14: 27

PERNAH nggak sih kamu merasa hidup lagi berantakan?

Tagihan numpuk, pekerjaan bikin pusing, hubungan sama orang lain retak, berita di mana-mana bikin hati makin cemas. Rasanya damai itu mahal banget.

Dunia sering bilang, “Kalau semua masalah selesai, baru kamu bisa tenang.”

Tapi Yesus justru ngajarin hal yang berbeda. Dia nggak bilang hidup kita bakal bebas masalah.

Dia bilang Dia memberikan damai yang nggak tergantung sama keadaan.

Damai dari dunia cuma bertahan selama semuanya berjalan sesuai rencana.

Begitu badai datang, damainya ikut hilang. Tapi damai dari Kristus tetap tinggal, bahkan saat air mata masih menetes dan doa belum dijawab seperti yang kita harapkan.

Damai Kristus itu bukan berarti kita nggak punya masalah, melainkan kita punya keyakinan bahwa Tuhan tetap pegang kendali.

Saat kita sadar Tuhan berjalan bersama kita, rasa takut perlahan berubah menjadi pengharapan.

Kalau hari ini hidupmu sedang terasa berat, jangan buru-buru menyerah.

Datanglah kepada Tuhan. Ceritakan semua isi hatimu. Dia mungkin tidak langsung mengubah situasimu, tetapi Dia sanggup mengubah hatimu menjadi tenang di tengah badai.

Ingat ya, damai sejati bukan ditemukan ketika hidup tanpa masalah, tetapi ketika kita tetap percaya bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan kita.

Doa: Tuhan Yesus, ajarku untuk memiliki damai yang berasal dari-Mu.

Saat hidup terasa berat dan penuh ketidakpastian, mampukan aku tetap percaya bahwa Engkau memegang kendali.

Tenangkan hatiku dan jadikan hidupku menjadi saksi bahwa damai-Mu lebih besar daripada semua masalahku. Amin.

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

PESAN SEPTEMBER — hari ke-26: Belajar dari Semut: Kecil, tetapi tidak malas
PESAN SEPTEMBER — hari ke-22: “Jangan takut melangkah, Tuhan tidak pernah meninggalkan”
Pesan September hari ke-15: Tetap bersukacita, meski keadaan belum berubah
Pesan September hari ke-14: Tetap percaya, meski jawaban belum terlihat
Pesan September — Hari ke-13: “Belajar bersyukur hari ini”
Pesan September — Hari ke-12: “Kamu tidak berjalan sendirian”
Pesan September — Hari ke-11 “Tetap melangkah, meski pelan”
Pesan September — Hari ke-10: “Tuhan tidak pernah terlambat”
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 06:01 WIB

PESAN SEPTEMBER — hari ke-26: Belajar dari Semut: Kecil, tetapi tidak malas

Selasa, 22 September 2026 - 08:07 WIB

PESAN SEPTEMBER — hari ke-22: “Jangan takut melangkah, Tuhan tidak pernah meninggalkan”

Selasa, 15 September 2026 - 07:22 WIB

Pesan September hari ke-15: Tetap bersukacita, meski keadaan belum berubah

Minggu, 13 September 2026 - 08:57 WIB

Pesan September — Hari ke-13: “Belajar bersyukur hari ini”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:14 WIB

Pesan September — Hari ke-12: “Kamu tidak berjalan sendirian”

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Yesus, Roti kehidupan sejati

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:34 WIB

SULUH ZAMAN

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:43 WIB