KAYA boleh, SERAKAH jangan! Saatnya HARTA menjadi BERKAT

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“TETAPI firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Lukas 12: 20-21)

Sibuk Mengejar, Lupa Berbagi

Coba deh lihat sekitar kita.

Ada orang yang sudah punya jabatan tinggi, pendidikan luar biasa, bisnis yang terus berkembang, rumah mewah, kendaraan mahal, bahkan tabungan yang mungkin cukup untuk beberapa generasi.

Anehnya, masih saja hidupnya dipenuhi satu target: menambah lagi, menambah lagi, dan menambah lagi.

Bekerja keras tentu bukan dosa. Menjadi kaya juga bukan kesalahan.

Tetapi ketika hati mulai dikuasai keserakahan, kita perlahan kehilangan rasa peduli terhadap orang-orang yang sedang berjuang bertahan hidup.

Di sisi lain, masih banyak keluarga yang bingung mencari makan hari ini.

Anak-anak yang terancam putus sekolah, lansia yang hidup sendirian tanpa biaya berobat.

Hingga pekerja kecil yang harus memilih antara membeli beras atau membayar kebutuhan lainnya.

Bukankah Tuhan bisa memakai sedikit dari apa yang kita miliki untuk menjadi jawaban bagi doa mereka?

Yesus Mengingatkan dengan Tegas

Dalam Lukas 12, Yesus menceritakan seorang kaya yang berpikir hidupnya sudah aman karena lumbungnya penuh. Ia merasa masa depannya telah terjamin.

Namun Tuhan berkata, “Hai orang bodoh…”

Bukan karena ia kaya, tetapi karena ia menganggap hartanya adalah jaminan hidupnya.

Ia lupa bahwa hidup manusia ada di tangan Tuhan, bukan di tangan rekening atau aset yang dimilikinya.

Saat maut datang, semua yang dikumpulkan tidak bisa dibawa.

Yang tertinggal hanyalah pertanyaan: “Sudahkah hartamu menjadi berkat bagi sesama?”

Kekayaan Adalah Titipan

Tuhan mempercayakan berkat kepada setiap orang dengan tujuan yang mulia.

Ada yang diberi lebih supaya mampu menolong lebih banyak.

Bayangkan jika orang-orang yang diberkati secara ekonomi mau membuka hati.

Berapa banyak anak yang bisa kembali bersekolah? Keluarga yang tidak lagi kelaparan? Banyak usaha kecil yang bangkit? Orang sakit yang memperoleh pengobatan?

Kadang, mukjizat Tuhan datang melalui tangan orang-orang yang bersedia berbagi.

Kaya di Hadapan Allah

Yesus menutup pengajaran-Nya dengan kalimat yang sangat kuat: jangan hanya kaya bagi diri sendiri, tetapi jadilah kaya di hadapan Allah.

Kaya di hadapan Allah berarti memiliki hati yang murah memberi, ringan menolong, tidak diperbudak uang, dan menjadikan setiap berkat sebagai sarana menghadirkan kasih Tuhan bagi orang lain.

Karena pada akhirnya, bukan seberapa besar harta yang kita kumpulkan yang akan dikenang, tetapi seberapa banyak air mata yang kita hapus, seberapa banyak kehidupan yang kita selamatkan, dan seberapa besar kasih Tuhan mengalir melalui hidup kita.

Renungan Hari Ini

Kalau hari ini Tuhan sudah mempercayakan berkat kepada kita, jangan hanya berpikir bagaimana menambah kekayaan.

Mulailah bertanya, “Tuhan, siapa yang bisa Kau tolong melalui apa yang Engkau titipkan kepadaku?”

Sebab harta yang disimpan hanya akan menjadi angka.

Tetapi harta yang dibagikan akan berubah menjadi kesaksian kasih yang bernilai kekal.

Doa:

“Tuhan, jauhkan kami dari hati yang serakah. Ajarlah kami menjadi pengelola berkat-Mu yang setia. Bukalah mata kami untuk melihat mereka yang membutuhkan pertolongan, sehingga melalui hidup kami, banyak orang merasakan kasih-Mu. Amin.”

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Gereja jangan cuma bicara, bumi juga butuh dijaga
Yesaya 40: 31 tentang kekuatan baru
Allah kota benteng kita
Ketika sebuah postingan menjadi tempat seseorang mencari penguatan
PT Hydra Media Indonesia perluas Jaringan Fiber Optik, Dukung Siantar makin terkoneksi
5 tanda bahwa Tuhan Yesus sangat peduli kepada kita
Paduan Suara Gereja yang menginspirasi Dunia: Ketika Pujian menjangkau Bangsa-Bangsa
Jangan minder dengan yang kecil, Tuhan bisa membuatnya berdampak besar
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:50 WIB

Gereja jangan cuma bicara, bumi juga butuh dijaga

Kamis, 3 September 2026 - 07:16 WIB

Yesaya 40: 31 tentang kekuatan baru

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Allah kota benteng kita

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Ketika sebuah postingan menjadi tempat seseorang mencari penguatan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:30 WIB

PT Hydra Media Indonesia perluas Jaringan Fiber Optik, Dukung Siantar makin terkoneksi

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Yesus, Roti kehidupan sejati

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:34 WIB

SULUH ZAMAN

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:43 WIB