“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.”
PERNAH nggak sih, baru baca satu chat langsung emosi? Atau baru dengar setengah cerita, eh… langsung kasih komentar seolah-olah paling tahu semuanya?
Yakobus kasih “tips hidup” yang sampai sekarang masih relevan banget.
Tuhan nggak bilang kita harus paling cepat ngomong atau paling jago debat.
Justru sebaliknya, kita diminta buat cepat mendengar, pelan ngomong, dan nggak gampang meledak.
Kalau dipikir-pikir, Tuhan kasih kita dua telinga dan satu mulut. Mungkin itu juga pengingat supaya kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.
5 Langkah Menghidupi Yakobus 1:19
Dengarkan sampai tuntas
Jangan langsung menyimpulkan sebelum orang selesai bicara.
Kadang masalah muncul bukan karena perbedaan pendapat, tapi karena kita nggak benar-benar mendengarkan.
Kasih jeda sebelum balas
Kalau ada chat atau ucapan yang bikin panas hati, jangan buru-buru balas.
Tarik napas, berdoa sebentar, lalu pikirkan: “Apakah jawabanku nanti membawa damai atau malah bikin perang?“
Pilih kata yang membangun
Kata-kata bisa jadi obat, tapi juga bisa jadi senjata.
Sebelum ngomong, tanyakan pada diri sendiri: “Kalau aku ada di posisi dia, aku mau nggak diperlakukan seperti ini?”
Jangan kasih kesempatan emosi jadi bos
Marah itu manusiawi, tapi jangan biarkan marah yang mengendalikan hidupmu.
Saat emosi naik, serahkan dulu kepada Tuhan.
Orang yang kuat bukan yang paling keras, tapi yang paling mampu mengendalikan dirinya.
Jadikan Yesus sebagai contoh
Yesus sering mendengarkan orang lebih dulu sebelum berbicara.
Bahkan saat difitnah sekalipun, Dia tetap tenang dan penuh kasih.
Kalau kita mau hidup makin mirip Kristus, belajarlah punya hati yang mau mendengar dan mulut yang bijaksana.
Penutup
Di zaman media sosial seperti sekarang, semua orang ingin didengar.
Tapi Tuhan memanggil kita menjadi orang yang lebih dulu mau mendengar.
Mungkin hari ini Tuhan nggak sedang mencari orang yang paling banyak bicara.
Dia sedang mencari orang yang mau mendengar dengan kasih, berbicara dengan hikmat, dan mengendalikan amarah dengan pertolongan Roh Kudus.
Doa Singkat:
“Tuhan Yesus, ajar aku untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara.
Tolong aku supaya setiap perkataanku membawa damai, bukan luka. Bentuk hatiku agar tidak mudah marah, tetapi semakin menyerupai-Mu setiap hari. Amin.”
Penyebar: Shalom.click | Ebenezer









