“POHON ditebang habis, sungai makin keruh, gunung dikeruk, laut dipenuhi sampah.”
SERING banget kita dengar berita seperti itu. Kadang kita cuma bisa geleng-geleng kepala sambil berpikir, “Memangnya aku bisa ngapain?”
Padahal, Tuhan sejak awal nggak pernah kasih manusia izin buat ngerusak bumi.
Kita dipercaya buat mengelola, bukan menghabiskan.
Di banyak tempat, gereja mulai sadar bahwa menjaga lingkungan juga bagian dari pelayanan.
Ada jemaat yang menanam pohon, membersihkan sungai, mengurangi penggunaan plastik, bahkan mendampingi warga yang kehilangan sumber air akibat kerusakan alam.
Itu kabar baik yang layak disyukuri.
Iman Itu Harus Kelihatan
Kalau kita bilang mengasihi Tuhan, seharusnya kasih itu juga terasa pada ciptaan-Nya.
Nggak harus mulai dari aksi besar.
Membawa botol minum sendiri, tidak membuang sampah sembarangan, menghemat listrik, atau ikut menanam pohon juga merupakan bentuk tanggung jawab sebagai murid Kristus.
Bumi Ini Dipinjamkan
Alam bukan warisan dari nenek moyang yang bebas kita habiskan.
Bumi adalah titipan Tuhan yang suatu hari akan kita wariskan kepada anak cucu.
Jangan sampai mereka hanya mendengar cerita tentang hutan yang dulu hijau, sungai yang dulu jernih, atau udara yang dulu bersih.
Yuk Jadi Pembawa Harapan
Dunia mungkin melihat hutan sebagai sumber keuntungan.
Tetapi orang percaya melihatnya sebagai bagian dari karya agung Sang Pencipta.
Mari jadi generasi yang bukan cuma pandai bicara soal iman, tetapi juga berani menjaga bumi.
Sebab setiap pohon yang kita rawat, setiap sungai yang kita jaga, dan setiap langkah kecil yang kita lakukan bisa menjadi kesaksian bahwa kasih Tuhan nyata melalui tindakan.
“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” (Kejadian 2: 15)
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong









