Suara Sang Penjaga Taman

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sudah Tidak Lagi

MEREKA sudah tidak lagi mendengar suara alam yang Tuhan pasang sebagai tanda. Gunung, sungai, hutan, cuaca — semua itu bahasa ciptaan yang sejak Kejadian 1 sudah Tuhan tetapkan buat dijaga, dirawat, dilestarikan.

Mereka sudah merasa lebih tinggi dari Sang Pencipta. Mereka bikin “tanda” versi mereka sendiri: izin tambang, kuota, untung. Ekosistem dibongkar, tatanan sosial-budaya diobrak-abrik, seakan semua boleh diperdagangkan.

Mereka kira, tabur-tuai bisa dinego. Mereka kira, akibat bisa disetel biar nggak nyentuh mereka dan 7 turunan ke bawah. Padahal Galatia 6:7 masih berlaku hari ini: “Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”

Mereka lupa. “Karma” itu palu godam kasih Tuhan yang memanggil balik. Mengingatkan bahwa bumi ini bukan sitaan, tapi titipan. Bahwa menghormati tanda-tanda alam = menghormati Tuhan pemiliknya. Roma 1: 20 bilang, kuasa dan keilahian-Nya nyata dari ciptaan-Nya. Kalau ciptaan dirusak, nama-Nya juga direndahkan.

[Siapa pun bebas menikmati kekayaan alam, tapi jangan serakah. Amsal 11: 1 — dusta timbangan itu kekejian bagi Tuhan.

Siapa pun boleh mengelola APBN & APBD, tapi jangan korupsi. Mikha 6: 8 — Tuhan tuntut keadilan, kasih setia, rendah hati.

Siapa pun boleh kaya raya, tapi jangan tutup mata pada Lazarus di depan pintu. Yakobus 5: 4 — upah pekerja yang kamu tahan, berteriak ke hadirat Tuhan.

Semua ini soal takut akan Tuhan. Soal adab. Soal akhlak. Soal moral yang nggak bisa dipisah dari iman.]

Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong 

Berita Terkait

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah
Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT
Ketika zaman “menghakimi” Sang Pencipta
Tuhan yang ketinggalan zaman, atau manusia yang kehilangan arah?
Agur bin Yake dan kerinduan akan pemimpin yang tak serakah
Menjadi jembatan, bukan tembok
Merawat firman di setiap musim kehidupan keluarga
Ketika Takhta kehilangan hikmat: Apa kata Alkitab tentang Pemimpin Bebal dan Korup?
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:28 WIB

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Senin, 15 Juni 2026 - 16:51 WIB

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:12 WIB

Tuhan yang ketinggalan zaman, atau manusia yang kehilangan arah?

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:25 WIB

Agur bin Yake dan kerinduan akan pemimpin yang tak serakah

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:08 WIB

Menjadi jembatan, bukan tembok

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:28 WIB

NAFAS KASIH

Ketika Jiwa dan Roh kembali berpelukan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:42 WIB

SULUH ZAMAN

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Senin, 15 Jun 2026 - 16:51 WIB

NAFAS KASIH

Tak ada Air Mata yang sia-sia di hadapan Tuhan

Minggu, 14 Jun 2026 - 22:40 WIB