“DIAMLAH dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 46: 10).
SETIAP hari kita disuguhi berita yang membuat hati gelisah.
Konflik antarnegara, bencana alam, krisis ekonomi, korupsi, meningkatnya kejahatan, hingga berbagai persoalan sosial seolah datang tanpa henti.
Banyak orang bertanya, “Apakah dunia masih memiliki harapan?” Bahkan tidak sedikit yang kehilangan ketenangan karena merasa masa depan semakin sulit diprediksi.
Namun, Mazmur 46 mengajak kita memandang realitas dari sudut pandang iman.
Pemazmur tidak menutup mata terhadap kenyataan bahwa bumi dapat berguncang, gunung dapat bergeser ke dalam laut, dan bangsa-bangsa dapat gempar.
Semua itu menggambarkan keadaan yang penuh gejolak. Meski demikian, ada satu keyakinan yang tidak berubah: Allah adalah tempat perlindungan dan kekuatan bagi umat-Nya.
Firman Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa orang percaya akan hidup tanpa masalah.
Sebaliknya, Tuhan berjanji akan menyertai setiap langkah anak-anak-Nya.
Ketika dunia kehilangan pegangan, orang percaya memiliki Pribadi yang tidak pernah berubah.
Ketika manusia gagal, Allah tetap setia. Ketika keadaan memburuk, kuasa-Nya tidak pernah berkurang.
Kalimat “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah” bukanlah ajakan untuk pasif, melainkan panggilan untuk menghentikan kepanikan dan kembali memusatkan hati kepada Tuhan.
Diam berarti percaya bahwa Allah sedang bekerja, sekalipun mata kita belum melihat jalan keluar. Iman mengajak kita melihat melampaui keadaan, menuju Pribadi yang mengendalikan sejarah.
Di tengah derasnya arus informasi, kita perlu menjaga hati agar tidak dikuasai rasa takut.
Berita penting untuk diketahui, tetapi jangan sampai berita lebih menguasai hati daripada Firman Tuhan.
Ketika Firman menjadi dasar hidup, kita akan memiliki damai yang tidak bergantung pada situasi.
Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil menjadi pembawa pengharapan. Dunia membutuhkan orang-orang yang tetap tenang karena percaya kepada Tuhan, yang tetap jujur ketika banyak orang memilih jalan pintas, yang tetap mengasihi ketika kebencian semakin meluas, dan yang tetap berdoa ketika banyak orang putus asa.
Apa pun yang sedang terjadi di sekitar kita hari ini, ingatlah bahwa Allah masih bertakhta.
Tidak ada satu pun peristiwa yang berada di luar pengetahuan-Nya.
Dia memegang sejarah, memimpin umat-Nya, dan menggenapi rencana-Nya pada waktu yang tepat.
Kiranya kebenaran ini menguatkan langkah kita. Jangan biarkan kegaduhan dunia merampas damai yang berasal dari Kristus.
Peganglah Firman-Nya, hiduplah dalam pengharapan, dan jadilah terang di tengah zaman.
Sebab, ketika dunia berubah, Tuhan tetap sama—kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya.
Penyebar: Shalom.click | Ebenezer









