Budaya malu yang mulai hilang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats: “Seharusnya mereka malu, sebab mereka melakukan perbuatan keji; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda. Sebab itu mereka akan rebah bersama-sama orang-orang yang rebah; pada waktu Aku menghukum mereka, mereka akan tumbang, firman TUHAN.” (Yeremia 6: 15)

DI masa lalu, rasa malu masih menjadi pagar moral yang menjaga seseorang agar tidak mudah melakukan kesalahan.

Orang merasa sungkan ketika berbohong, malu ketika mengingkari janji, dan menundukkan kepala ketika berbuat curang.

Namun hari ini, keadaan itu perlahan berubah. Banyak orang justru dengan bangga mempertontonkan perilaku yang salah, bahkan mencari pembenaran atas perbuatannya.

Kita menyaksikan kebohongan disampaikan tanpa rasa bersalah, korupsi dianggap hal biasa, fitnah disebarkan tanpa penyesalan, dan berbagai tindakan yang melukai sesama dipandang sebagai sesuatu yang lumrah.

Yang memprihatinkan bukan hanya banyaknya pelanggaran moral, tetapi hilangnya rasa malu setelah melakukannya.

Firman Tuhan melalui Nabi Yeremia menggambarkan kondisi yang sangat mirip dengan zaman sekarang.

Bangsa Israel tetap melakukan kekejian, tetapi hati mereka telah begitu keras sehingga tidak lagi mengenal rasa malu.

Hati nurani yang seharusnya menjadi alarm rohani telah menjadi tumpul.

Ketika hati nurani terus diabaikan, dosa tidak lagi terasa sebagai dosa, melainkan berubah menjadi kebiasaan.

Budaya malu yang sehat bukan berarti hidup dalam ketakutan terhadap penilaian manusia.

Sebaliknya, budaya malu yang alkitabiah lahir dari kesadaran bahwa setiap tindakan kita berada di hadapan Allah yang kudus.

Rasa malu karena berbuat dosa dapat menjadi awal pertobatan, sebab orang yang masih mampu merasa bersalah masih memiliki hati yang peka terhadap suara Tuhan.

Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjaga hati nurani tetap hidup.

Jangan membiasakan diri berdamai dengan dosa yang kecil, sebab dosa yang dibiarkan akan mengikis kepekaan rohani sedikit demi sedikit.

Kejujuran, integritas, kerendahan hati, dan keberanian mengakui kesalahan adalah tanda bahwa hati kita masih dibentuk oleh firman Tuhan.

Di tengah dunia yang semakin kehilangan rasa malu, gereja dipanggil menjadi terang yang memancarkan kehidupan yang benar.

Marilah kita membangun kembali budaya malu terhadap dosa, bukan malu untuk berbuat benar.

Sebab ketika hati nurani tetap peka, kita akan lebih mudah mendengar suara Tuhan daripada suara dunia.

Renungan:

Jangan takut mengakui kesalahan. Yang lebih berbahaya bukanlah pernah jatuh dalam dosa, melainkan ketika hati tidak lagi merasa bersalah saat melakukannya.

Doa:

Tuhan, jagalah hati nuraniku agar tetap peka terhadap teguran-Mu. Jangan biarkan aku terbiasa dengan dosa hingga kehilangan rasa malu dan takut akan Engkau.

Bentuklah hidupku menjadi pribadi yang mencintai kebenaran dan hidup dalam integritas. Amin.

Penyebar: Shalom.click | Ebenezer

Berita Terkait

Krisis keteladanan: Saat jabatan lebih tinggi daripada integritas
Ketika lidah kehilangan kejujuran
Perlengkapan senjata Allah di Era Digital: Refleksi Efesus 6: 10-18 untuk kehidupan kekinian
Ketika DOA tidak dijawab sesuai keinginan
Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah
Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT
Ketika zaman “menghakimi” Sang Pencipta
Tuhan yang ketinggalan zaman, atau manusia yang kehilangan arah?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:18 WIB

Budaya malu yang mulai hilang

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:53 WIB

Ketika lidah kehilangan kejujuran

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:12 WIB

Perlengkapan senjata Allah di Era Digital: Refleksi Efesus 6: 10-18 untuk kehidupan kekinian

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:27 WIB

Ketika DOA tidak dijawab sesuai keinginan

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:28 WIB

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Budaya malu yang mulai hilang

Sabtu, 4 Jul 2026 - 13:18 WIB

KABAR BAIK HARI INI

Jakarta Menjadi Titik Temu Gereja Asia

Sabtu, 4 Jul 2026 - 10:32 WIB

NAFAS KASIH

Kasih yang tidak memilih

Sabtu, 4 Jul 2026 - 08:34 WIB