Mere Christianity (Kekristenan yang Rasional)

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karya: C.S. Lewis

IMAN Kristen bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.”

DI tengah dunia yang dipenuhi berbagai pandangan hidup, banyak orang bertanya: Apakah iman kepada Kristus masih masuk akal?

Pertanyaan inilah yang dijawab dengan cemerlang oleh C.S. Lewis melalui bukunya Mere Christianity (Kekristenan yang Rasional).

Buku ini lahir dari serangkaian siaran radio Lewis di Inggris pada masa Perang Dunia II.

Dengan bahasa yang sederhana, logis, dan penuh ilustrasi, ia mengajak pembaca memahami dasar-dasar iman Kristen, bukan melalui perdebatan emosional, melainkan melalui penalaran yang jernih.

Lewis memulai dengan menjelaskan bahwa manusia memiliki “Hukum Moral” dalam hati nuraninya.

Dari sana ia menunjukkan bahwa keberadaan hukum moral mengarah kepada Sang Pemberi Hukum, yaitu Allah.

Selanjutnya, ia menguraikan siapa Yesus Kristus, mengapa manusia membutuhkan keselamatan, serta bagaimana kehidupan baru seharusnya dijalani oleh setiap orang percaya.

Keistimewaan buku ini terletak pada kemampuannya menjembatani iman dan akal budi.

Lewis tidak mengajak pembaca untuk percaya secara membabi buta, tetapi mengundang setiap orang berpikir secara jujur sebelum mengambil keputusan untuk mengikuti Kristus.

Pesan utama buku ini sejalan dengan firman Tuhan dalam 1 Petrus 3: 15: “Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.”

Ayat ini mengingatkan bahwa iman Kristen dapat dijelaskan dengan bijaksana tanpa kehilangan kasih dan kerendahan hati.

Mere Christianity juga menegaskan bahwa tujuan Kekristenan bukan sekadar menjadikan manusia lebih baik, melainkan mengubah manusia menjadi serupa dengan Kristus.

Perubahan itu dimulai dari hati yang rela tunduk kepada Tuhan dan terus dibentuk oleh Roh Kudus.

Meski pertama kali diterbitkan puluhan tahun lalu, isi buku ini tetap relevan.

Di era media sosial, banjir informasi, dan meningkatnya skeptisisme terhadap agama, pemikiran C.S. Lewis menjadi bekal yang kuat bagi orang percaya untuk memahami sekaligus menjelaskan imannya dengan bijaksana.

Nilai Resensi: ★★★★★ (5/5)

Mengapa layak dibaca?

Menjelaskan dasar-dasar iman Kristen secara logis dan mudah dipahami.

Membantu pembaca menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang iman.

Menguatkan keyakinan bahwa iman dan akal budi dapat berjalan berdampingan.

Cocok bagi orang percaya yang ingin bertumbuh maupun pencari kebenaran yang ingin memahami Kekristenan.

Penutup

Mere Christianity bukan sekadar buku teologi, melainkan undangan untuk mengenal Kristus lebih dalam melalui perpaduan antara iman, akal budi, dan kehidupan sehari-hari.

C.S. Lewis menunjukkan bahwa ketika seseorang sungguh mengenal Yesus, ia tidak hanya memperoleh jawaban bagi pikirannya, tetapi juga menemukan harapan bagi hidupnya.

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu.” (Matius 22: 37)

Penyebar: Shalom.click | Ebenezer

Berita Terkait

Menyingkirkan ketergesaan agar kembali menemukan makna hidup
Purpose Driven Life (Hidup yang digerakkan oleh tujuan)
Menyingkirkan ketergesaan, menemukan Kristus
The Common Rule – Aturan Umum yang Membebaskan
RUAH 2026: Sahabat harian untuk menemukan Tuhan dalam rutinitas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:09 WIB

Mere Christianity (Kekristenan yang Rasional)

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:38 WIB

Menyingkirkan ketergesaan agar kembali menemukan makna hidup

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:40 WIB

Purpose Driven Life (Hidup yang digerakkan oleh tujuan)

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:48 WIB

Menyingkirkan ketergesaan, menemukan Kristus

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

The Common Rule – Aturan Umum yang Membebaskan

Berita Terbaru

RESENSI

Mere Christianity (Kekristenan yang Rasional)

Jumat, 10 Jul 2026 - 10:09 WIB

SULUH ZAMAN

Pengharapan yang tidak pernah padam

Jumat, 10 Jul 2026 - 07:29 WIB

KABAR BAIK HARI INI

SABAR itu tidak mengenal batas

Jumat, 10 Jul 2026 - 00:33 WIB

NAFAS KASIH

Tidak pernah sendiri dalam kesunyian

Kamis, 9 Jul 2026 - 04:44 WIB

KABAR BAIK HARI INI

Gereja di tengah krisis ekonomi: Menjadi rumah harapan bagi semua

Rabu, 8 Jul 2026 - 15:09 WIB