Ketika lidah kehilangan kejujuran

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats: Yakobus 3: 1-12

DI zaman ini, kita tidak kekurangan orang yang pandai berbicara.

Setiap hari masyarakat disuguhi berbagai pernyataan dari para pemimpin, tokoh publik, pejabat, politisi, hingga para figur yang memiliki pengaruh di media sosial.

Namun, di balik derasnya arus kata-kata itu, muncul satu pertanyaan penting: masihkah lidah menjadi alat untuk menyatakan kebenaran?

Tidak sedikit pernyataan yang berubah-ubah sesuai kepentingan. Hari ini berkata A, esok berkata B. Janji disampaikan dengan penuh keyakinan, tetapi pelaksanaannya tidak pernah terlihat.

Fakta dipoles sedemikian rupa hingga masyarakat sulit membedakan mana yang benar dan mana yang sekadar narasi.

Akibatnya, kebingungan meluas dan kepercayaan publik semakin terkikis.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Yakobus telah mengingatkan jemaat sejak ribuan tahun lalu bahwa lidah adalah anggota tubuh yang kecil, tetapi sanggup membawa dampak yang sangat besar.

Seperti kemudi kecil yang mengarahkan kapal besar, demikian pula lidah dapat menentukan arah kehidupan seseorang maupun sebuah komunitas.

Lidah juga diibaratkan api yang mampu membakar hutan yang luas apabila tidak dikendalikan.

Yakobus bahkan menegaskan bahwa dari mulut yang sama tidak seharusnya keluar pujian kepada Allah sekaligus perkataan yang penuh dusta, fitnah, atau tipu daya.

Mata air yang baik tidak mungkin memancarkan air tawar dan air pahit pada saat yang sama.

Orang percaya dipanggil untuk memiliki integritas, sehingga ucapan selaras dengan hati dan perbuatannya.

Krisis kejujuran dalam perkataan bukan hanya persoalan para pemimpin negara.

Ia juga dapat menjangkiti keluarga, gereja, dunia usaha, bahkan kehidupan pribadi.

Ketika suami dan istri saling menyembunyikan kebenaran, kepercayaan akan retak.

Ketika pemimpin gereja berkata tidak sesuai kenyataan, kesaksian gereja akan tercemar.

Ketika masyarakat terbiasa menyebarkan informasi yang belum tentu benar, kebohongan menjadi budaya yang merusak kehidupan bersama.

Firman Tuhan mengajak kita memulai perubahan dari diri sendiri.

Sebelum mengkritik ucapan orang lain, setiap orang percaya perlu bertanya: apakah perkataan saya dapat dipercaya? Apakah saya berbicara demi kebenaran atau demi keuntungan pribadi? Apakah kata-kata saya membawa damai atau justru memperkeruh keadaan?

Dunia sedang haus akan orang-orang yang berani berkata benar, meskipun tidak populer.

Kejujuran mungkin tidak selalu menguntungkan dalam jangka pendek, tetapi itulah fondasi kepercayaan yang akan bertahan lama.

Integritas tidak dibangun melalui pidato yang indah, melainkan melalui keselarasan antara perkataan, hati, dan tindakan.

Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil menjadi terang, termasuk melalui perkataan kita.

Biarlah setiap ucapan menjadi sumber pengharapan, bukan kebingungan; menjadi saksi kebenaran, bukan alat manipulasi.

Sebab pada akhirnya, bukan banyaknya kata yang akan diingat orang, melainkan sejauh mana kata-kata itu dapat dipercaya.

Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar.” (Yakobus 3: 5)

Kiranya Tuhan menolong kita untuk menjaga lidah tetap berada di bawah kendali Roh Kudus, sehingga setiap perkataan memuliakan Allah dan membangun sesama, di tengah zaman yang semakin kehilangan kejujuran.

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Perlengkapan senjata Allah di Era Digital: Refleksi Efesus 6: 10-18 untuk kehidupan kekinian
Ketika DOA tidak dijawab sesuai keinginan
Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah
Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT
Ketika zaman “menghakimi” Sang Pencipta
Tuhan yang ketinggalan zaman, atau manusia yang kehilangan arah?
Agur bin Yake dan kerinduan akan pemimpin yang tak serakah
Menjadi jembatan, bukan tembok
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:53 WIB

Ketika lidah kehilangan kejujuran

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:12 WIB

Perlengkapan senjata Allah di Era Digital: Refleksi Efesus 6: 10-18 untuk kehidupan kekinian

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:27 WIB

Ketika DOA tidak dijawab sesuai keinginan

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:28 WIB

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Senin, 15 Juni 2026 - 16:51 WIB

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Ketika lidah kehilangan kejujuran

Kamis, 2 Jul 2026 - 07:53 WIB

RENUNGAN

“Ketika pemimpin kehilangan hikmat: Apa kata Alkitab?”

Rabu, 1 Jul 2026 - 04:54 WIB

RESENSI

Purpose Driven Life (Hidup yang digerakkan oleh tujuan)

Selasa, 30 Jun 2026 - 13:40 WIB

NAFAS KASIH

Kultivasi Rohani: Proses menumbuhkan kehidupan bersama Tuhan

Minggu, 28 Jun 2026 - 04:56 WIB