SABAR itu tidak mengenal batas

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SETIAP orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.”— Yakobus 1: 19-20

ADA orang yang berkata, “Kesabaranku sudah ada batasnya.

Ungkapan itu terdengar wajar. Namun, ketika kesabaran mulai dibatasi oleh ego, kemarahan sering mengambil alih.

Saat itulah hati menjadi keras, kata-kata melukai, dan hubungan antarsesama perlahan retak.

Sesungguhnya, sabar bukanlah tanda kelemahan. Sabar adalah bukti bahwa hati kita masih hidup.

Orang yang sabar masih mampu merasakan penderitaan orang lain, masih sanggup menahan lidahnya, dan masih memilih kasih daripada amarah.

Sabar juga menunjukkan bahwa adab masih terjaga dan akal sehat masih memimpin setiap keputusan.

Orang yang mampu bersabar tidak sedang kalah, melainkan sedang memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja pada waktu-Nya.

Memang, tidak mudah mempertahankan kesabaran di tengah dunia yang penuh tekanan, fitnah, dan kekecewaan.

Namun firman Tuhan mengingatkan agar kita tidak menjadi lelah dalam berbuat baik.

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”— Galatia 6: 9

Karena itu, jangan mematikan perasaanmu dengan membiarkan amarah menguasai hati.

Rawatlah kesabaran setiap hari. Sebab selama kita masih mampu bersabar, selama itu pula kasih Allah masih sedang bertumbuh di dalam diri kita.

Sabar tidak mengenal batas, sebab kasih Allah kepada kita pun tidak pernah dibatasi.

Kiranya renungan ini menjadi berkat bagi para pembaca Shalom.click.

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Gereja di tengah krisis ekonomi: Menjadi rumah harapan bagi semua
Wesly Silalahi: Pendidikan rohani investasi terbaik bagi anak
Iman yang menjaga bumi: Kesaksian Gereja bagi ciptaan Tuhan
Ketika dunia memilih perang, Gereja memilih jalan damai
Ketika Perempuan dipercaya memimpin: Apa yang sedang diubah Gereja, dan Apa yang tetap dipertahankan?
Jakarta Menjadi Titik Temu Gereja Asia
Wesly sambut kunjungan AHY, Sinode Besar GPI jadi momentum perkuat persatuan dan pelayanan gereja
Vatikan percayakan Mgr. Walter Erbì untuk Indonesia: Misi persaudaraan, dialog, dan damai
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:33 WIB

SABAR itu tidak mengenal batas

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:09 WIB

Gereja di tengah krisis ekonomi: Menjadi rumah harapan bagi semua

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:31 WIB

Wesly Silalahi: Pendidikan rohani investasi terbaik bagi anak

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:50 WIB

Iman yang menjaga bumi: Kesaksian Gereja bagi ciptaan Tuhan

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:28 WIB

Ketika dunia memilih perang, Gereja memilih jalan damai

Berita Terbaru

RESENSI

Mere Christianity (Kekristenan yang Rasional)

Jumat, 10 Jul 2026 - 10:09 WIB

SULUH ZAMAN

Pengharapan yang tidak pernah padam

Jumat, 10 Jul 2026 - 07:29 WIB

KABAR BAIK HARI INI

SABAR itu tidak mengenal batas

Jumat, 10 Jul 2026 - 00:33 WIB

NAFAS KASIH

Tidak pernah sendiri dalam kesunyian

Kamis, 9 Jul 2026 - 04:44 WIB

KABAR BAIK HARI INI

Gereja di tengah krisis ekonomi: Menjadi rumah harapan bagi semua

Rabu, 8 Jul 2026 - 15:09 WIB