Tidak pernah sendiri dalam kesunyian

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TENTANG kesendirian, yang sering bersanding dengan rasa sepi.

Tak ada kata yang terucap, sebab tak ada lawan bercakap-cakap.

Hanya sunyi yang menemani, sementara waktu berjalan tanpa banyak suara.

Membatin di dalam hati. Pikiran dan perasaan mengalir bebas, tanpa kejelasan arah.

Semuanya ingin dikeluarkan agar lubuk hati tidak sesak oleh beban yang dipendam terlalu lama.

Namun di balik keheningan itu, firman Tuhan mengingatkan, “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau” (Mazmur 55: 23).

Kesunyian tidak pernah menjadi tempat yang kosong bagi orang yang percaya, sebab Tuhan hadir bahkan ketika tak seorang pun berada di sisi kita.

Ini tentang sebuah perayaan. Seorang diri, tanpa tiupan lilin, tanpa riuh ucapan selamat.

Sekilas muncul pertanyaan, apakah ini tanda ketidakberdayaan atau matinya rasa dalam kehidupan?

Ternyata tidak.

Sebab nilai hidup tidak pernah ditentukan oleh banyaknya orang yang hadir, melainkan oleh kehadiran Tuhan yang tidak pernah meninggalkan.

Bukankah Dia telah berjanji, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13: 5).

Ketika dunia terasa sunyi, kasih Tuhan tetap berbicara.

Jalan kehidupan sudah demikian panjang. Penuh tikungan, tanjakan, dan lembah. Ada hari-hari penuh sukacita, tetapi tidak sedikit yang dibasahi air mata.

Namun setiap langkah tetap berada dalam penyertaan-Nya. Pemazmur berkata, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku” (Mazmur 23: 4).

Di penghujung lidah, hanya ada satu ungkapan yang melesat dalam doa, “Aku mohon pengampunan, ya Tuhanku.”

Teriakan itu menggema di ruang hati, tidak menuju ruang hampa, tetapi naik kepada Allah yang penuh belas kasihan.

Sebab firman-Nya berkata, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1: 9).

Ya, kehidupan itu mengalir dari hati. Karena itu Tuhan berpesan, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4: 23).

Hati yang dirawat oleh kasih karunia akan tetap mampu memancarkan pengharapan, meski keadaan belum berubah.

Orang-orang tua dahulu berkata bahwa kebermanfaatan adalah berkat.

Firman Tuhan mengajarkan hal yang sama. Setiap talenta adalah titipan yang harus dipakai untuk melayani, menguatkan, dan menjadi saluran kasih bagi sesama.

Tidak ada pemberian Tuhan yang sia-sia apabila dipersembahkan bagi kemuliaan-Nya.

Di usia yang Tuhan masih percayakan, biarlah talenta yang ada terus dimanfaatkan.

Bukan untuk mencari pujian manusia, melainkan agar kehidupan ini meninggalkan jejak kasih.

Selama napas masih dihembuskan Tuhan, selalu ada kesempatan untuk menjadi berkat.

Mungkin hari ini kita merasa sendiri. Namun orang yang berjalan bersama Tuhan tidak pernah benar-benar sendirian.

Dalam kesunyian, Tuhan berbicara. Dalam air mata, Tuhan menghibur. Dalam penyesalan, Tuhan mengampuni.

Dan dalam sisa usia yang ada, Tuhan tetap memanggil kita untuk hidup setia, mengasihi, serta menjadi terang bagi dunia.

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90: 12).

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Mendengar suara Remaja: REST sebagai Ruang Pemulihan
Mazmur 150 pasal dan makna “Sela”: Ketika Tuhan mengajak kita berhenti sejenak
DEPRESI bukan berarti kurang iman: Ketika jiwa terasa berat, Apakah Tuhan masih ada?
Luka di hati gak akan SEMBUH kalau terus DISEMBUNYIKAN
Saat kebenaran dipelintir, jangan sampai hatimu ikut terbalik
Sekejap saja, Tuhan…
“Jangan cuma CEPAT NGETIK, tapi CEPAT DENGERIN!”
Damai yang tidak bergantung pada keadaan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Mendengar suara Remaja: REST sebagai Ruang Pemulihan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Mazmur 150 pasal dan makna “Sela”: Ketika Tuhan mengajak kita berhenti sejenak

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:16 WIB

DEPRESI bukan berarti kurang iman: Ketika jiwa terasa berat, Apakah Tuhan masih ada?

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Luka di hati gak akan SEMBUH kalau terus DISEMBUNYIKAN

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:35 WIB

Saat kebenaran dipelintir, jangan sampai hatimu ikut terbalik

Berita Terbaru

KABAR BAIK HARI INI

Allah kota benteng kita

Sabtu, 29 Agu 2026 - 07:18 WIB

SULUH ZAMAN

Jangan takut, Tuhan ada bersamamu

Jumat, 28 Agu 2026 - 06:58 WIB

LENTERA FAKTA

Mengikut Yesus keputusanku: Ketika tidak ada jalan untuk kembali

Selasa, 25 Agu 2026 - 05:22 WIB

RENUNGAN

Merdeka bukan berarti semau gue

Senin, 24 Agu 2026 - 09:49 WIB

RENUNGAN

Di muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku

Senin, 24 Agu 2026 - 03:17 WIB