Kasih yang tetap bertahan saat dikecewakan

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats: 1 Korintus 13: 4-8

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong… Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.” (1 Korintus 13: 4,7-8)

KEKECEWAAN adalah bagian dari perjalanan hidup. Tidak sedikit orang yang akhirnya menutup hati karena pernah dikhianati, dilukai, diabaikan, atau diperlakukan tidak adil.

Luka-luka itu sering membuat kasih berubah menjadi kepahitan, bahkan membuat seseorang kehilangan kepercayaan kepada sesamanya.

Namun Firman Tuhan memperlihatkan wajah kasih yang berbeda.

Kasih sejati bukanlah kasih yang hanya bertahan ketika semuanya berjalan baik.

Kasih yang berasal dari Allah justru tetap hidup ketika menghadapi kekecewaan.

Kasih tidak menyerah hanya karena pernah terluka.

Ia tetap memilih kesabaran, pengampunan, dan pengharapan.Tentu, mengasihi bukan berarti membiarkan kejahatan atau mengabaikan kebenaran.

Mengasihi juga bukan berarti menutup mata terhadap kesalahan. Kasih sejati berjalan seiring dengan hikmat.

Ia mampu berkata benar, menetapkan batas yang sehat, namun tetap menolak membalas kebencian dengan kebencian.

Itulah kasih yang dicontohkan Kristus kepada dunia.

Yesus sendiri mengalami penolakan, pengkhianatan, bahkan ditinggalkan oleh murid-murid-Nya.

Namun di tengah penderitaan-Nya, Ia masih sanggup berdoa, “Ya Bapa, ampunilah mereka.”

Kasih-Nya tidak berhenti karena kekecewaan manusia.

Sebaliknya, kasih-Nya menjadi jalan keselamatan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Di tengah dunia yang semakin mudah membenci dan membalas, Tuhan memanggil setiap orang percaya menjadi pembawa kasih yang tetap bertahan.

Ketika hati kita dikecewakan, Roh Kudus sanggup memulihkan luka dan memberi kekuatan untuk tetap mengasihi tanpa kehilangan hikmat.

Sebab kasih yang lahir dari Allah tidak bergantung pada perlakuan manusia, melainkan bersumber dari karakter Allah sendiri.

Hari ini, mungkin ada seseorang yang pernah melukai hati kita.

Jangan biarkan kekecewaan mematikan kasih yang Tuhan tanamkan. Serahkan luka itu kepada Kristus.

Izinkan Dia menyembuhkan hati dan mengubah kepahitan menjadi kesaksian tentang kasih-Nya yang tidak pernah berkesudahan.

Renungan:

Kekecewaan mungkin melukai hati, tetapi kasih Kristus memberi kekuatan untuk tetap mengampuni, berharap, dan mengasihi.

Doa:

Tuhan Yesus, ketika kekecewaan membuat hatiku lemah, ajarlah aku tetap hidup dalam kasih-Mu.

Pulihkan setiap luka, jauhkan aku dari kepahitan, dan mampukan aku mengasihi dengan hikmat, kesabaran, dan pengampunan sebagaimana Engkau telah lebih dahulu mengasihiku. Amin.

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Tidak pernah sendiri dalam kesunyian
Menjadi penyejuk di tengah dunia yang penuh amarah
KASIH yang dibuktikan, bukan DIUCAPKAN
Mengampuni ketika hati terluka
Kasih yang tidak memilih
Kultivasi Rohani: Proses menumbuhkan kehidupan bersama Tuhan
Jangan menyia-nyiakan anugerah Tuhan
Saat tubuh memberi tanda, tetaplah tenang di hadapan Tuhan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:52 WIB

Kasih yang tetap bertahan saat dikecewakan

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:44 WIB

Tidak pernah sendiri dalam kesunyian

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:19 WIB

Menjadi penyejuk di tengah dunia yang penuh amarah

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:47 WIB

KASIH yang dibuktikan, bukan DIUCAPKAN

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:24 WIB

Mengampuni ketika hati terluka

Berita Terbaru

NAFAS KASIH

Kasih yang tetap bertahan saat dikecewakan

Jumat, 10 Jul 2026 - 22:52 WIB

RESENSI

Mere Christianity (Kekristenan yang Rasional)

Jumat, 10 Jul 2026 - 10:09 WIB

SULUH ZAMAN

Pengharapan yang tidak pernah padam

Jumat, 10 Jul 2026 - 07:29 WIB

KABAR BAIK HARI INI

SABAR itu tidak mengenal batas

Jumat, 10 Jul 2026 - 00:33 WIB

NAFAS KASIH

Tidak pernah sendiri dalam kesunyian

Kamis, 9 Jul 2026 - 04:44 WIB