Mengapa Tuhan masih bersabar terhadap bangsa-Bangsa?

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats: 2 Petrus 3:9

Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”

DI tengah dunia yang dipenuhi peperangan, korupsi, ketidakadilan, kekerasan, kerusakan moral, dan pengabaian terhadap kehendak Allah, tidak sedikit orang bertanya, “Mengapa Tuhan belum juga bertindak? Mengapa bangsa-bangsa yang terus hidup dalam dosa masih diberi kesempatan?”

Sebagian bahkan mengira Tuhan telah diam atau tidak lagi peduli terhadap keadaan dunia.

Firman Tuhan dalam 2 Petrus 3:9 memberikan jawaban yang sangat jelas. Kesabaran Tuhan bukanlah tanda kelemahan atau ketidakpedulian.

Sebaliknya, kesabaran-Nya merupakan wujud kasih yang luar biasa. Allah masih membuka pintu pertobatan bagi manusia sebelum hari penghakiman tiba.

Ia tidak bersukacita melihat manusia binasa, tetapi rindu agar setiap orang berbalik kepada-Nya.

Namun, kesabaran Allah tidak boleh disalahartikan sebagai izin untuk terus hidup dalam dosa.

Di sepanjang Alkitab, kita melihat bahwa setiap masa kesabaran Allah selalu memiliki batas.

Pada zaman Nuh, Tuhan memberi waktu yang panjang sebelum air bah datang.

Kepada penduduk Niniwe, Tuhan mengutus nabi untuk menyerukan pertobatan sebelum hukuman dijatuhkan.

Demikian pula pada zaman sekarang, dunia sedang hidup dalam masa anugerah, tetapi masa itu tidak akan berlangsung selamanya.

Kondisi bangsa-bangsa saat ini memperlihatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi di saat yang sama banyak masyarakat kehilangan rasa takut akan Tuhan.

Kebenaran sering dikompromikan demi keuntungan, kekuasaan, atau popularitas.

Manusia semakin sibuk membangun peradaban, tetapi melupakan Sang Pencipta.

Karena itu, kesabaran Tuhan seharusnya mendorong setiap bangsa untuk melakukan introspeksi, bukan merasa aman dalam dosa.

Bagi orang percaya, kesabaran Allah juga merupakan panggilan untuk bekerja lebih giat memberitakan Injil, menjadi terang di tengah masyarakat, dan menghadirkan kasih Kristus melalui perkataan maupun tindakan.

Selama Tuhan masih memberi waktu, gereja dipanggil untuk membawa kabar keselamatan kepada dunia yang sedang kehilangan arah.

Pada akhirnya, setiap bangsa akan berdiri di hadapan Allah. Tidak ada kerajaan, pemerintahan, atau peradaban yang dapat menghindari penghakiman-Nya.

Karena itu, masa kesabaran Tuhan hari ini adalah kesempatan yang sangat berharga untuk bertobat, memperbarui hidup, dan kembali berjalan dalam kebenaran-Nya.

Renungan:

Jangan menganggap kesabaran Tuhan sebagai alasan untuk menunda pertobatan. Hari ini adalah anugerah.

Selama pintu kasih karunia masih terbuka, marilah kita datang kepada Tuhan, hidup dalam ketaatan, dan mengajak sebanyak mungkin orang mengalami keselamatan di dalam Kristus.

Doa:

Tuhan, terima kasih atas kesabaran-Mu yang begitu besar kepada dunia ini.

Tolong kami agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau berikan.

Bentuklah hidup kami menjadi saksi-Mu, sehingga semakin banyak orang berbalik kepada-Mu sebelum hari Tuhan tiba.

Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Jangan takut, Tuhan ada bersamamu
Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia
BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu
Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?
Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi
Ketika Pajak Menjadi Beban: Belajar dari Raja Rehabeam dan Suara Para Nabi
Korupsi berawal dari hati yang tidak pernah puas
Generasi Digital: Bijak Menggunakan Teknologi sebagai Alat Kemuliaan Tuhan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Jangan takut, Tuhan ada bersamamu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:11 WIB

BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi

Berita Terbaru

KABAR BAIK HARI INI

Allah kota benteng kita

Sabtu, 29 Agu 2026 - 07:18 WIB

SULUH ZAMAN

Jangan takut, Tuhan ada bersamamu

Jumat, 28 Agu 2026 - 06:58 WIB

LENTERA FAKTA

Mengikut Yesus keputusanku: Ketika tidak ada jalan untuk kembali

Selasa, 25 Agu 2026 - 05:22 WIB

RENUNGAN

Merdeka bukan berarti semau gue

Senin, 24 Agu 2026 - 09:49 WIB

RENUNGAN

Di muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku

Senin, 24 Agu 2026 - 03:17 WIB