Ketika DOA tidak dijawab sesuai keinginan

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relevansi Ulangan 3: 23-29 dalam kehidupan kekinian

Tetapi TUHAN murka kepadaku oleh karena kamu dan tidak mendengarkan permohonanku itu…” (Ulangan 3: 26)

Ada satu kenyataan hidup yang sering sulit diterima manusia: tidak semua doa dijawab sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Bahkan seorang tokoh besar seperti Nabi Musa mengalaminya.

Dalam Ulangan 3: 23-29, Musa memohon kepada Tuhan agar diizinkan menyeberangi Sungai Yordan dan memasuki Tanah Perjanjian.

Ia telah memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, melewati padang gurun selama puluhan tahun, menghadapi berbagai tantangan dan pemberontakan umat.

Secara manusiawi, keinginannya sangat wajar. Namun Tuhan memiliki keputusan lain. Musa hanya diperbolehkan melihat negeri itu dari kejauhan, tanpa memasukinya.

Kisah ini tetap relevan di zaman sekarang. Banyak orang berdoa agar sembuh dari penyakit, mendapatkan pekerjaan yang diimpikan, memperoleh pasangan hidup, atau mencapai target tertentu.

Namun tidak semua harapan terwujud sesuai rencana. Pada saat seperti itulah, muncul pertanyaan: apakah Tuhan tidak mendengar doa?

Ulangan 3 mengajarkan bahwa penolakan Tuhan bukanlah tanda Ia tidak mengasihi. Kadang-kadang Tuhan melihat lebih jauh daripada kemampuan manusia melihat.

Ia mengetahui akhir dari sebuah perjalanan, sementara manusia hanya memahami sebagian kecil dari jalan yang sedang ditempuh.

Di era modern yang serba instan, manusia terbiasa mengukur keberhasilan dari terpenuhinya keinginan.

Padahal iman yang dewasa bukan hanya percaya ketika doa dikabulkan, tetapi juga tetap setia ketika Tuhan berkata, “Tidak,” atau “Belum.”

Menariknya, meskipun Musa tidak memperoleh apa yang dimintanya, Tuhan tetap memberinya tugas.

Ia diminta menguatkan dan mempersiapkan Yosua untuk memimpin bangsa Israel.

Artinya, ketika satu pintu tertutup, Tuhan sering kali sedang membuka kesempatan lain yang lebih sesuai dengan rencana-Nya.

Pelajaran penting bagi kehidupan kekinian adalah bahwa nilai seseorang tidak ditentukan oleh semua impiannya yang tercapai.

Kesetiaan, ketaatan, dan kerelaan menerima kehendak Tuhan justru menjadi tanda kedewasaan rohani yang sesungguhnya.

Banyak orang kecewa karena fokus pada apa yang tidak dimiliki. Musa mengajarkan hal berbeda.

Meski tidak memasuki Tanah Perjanjian, ia tetap menjadi salah satu tokoh terbesar dalam sejarah keselamatan umat Allah.

Kehidupannya tidak gagal hanya karena satu permohonan tidak dikabulkan.

Hari ini, mungkin ada doa yang belum terjawab, harapan yang belum terwujud, atau pintu yang belum terbuka.

Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Tuhan meninggalkan kita. Bisa jadi Tuhan sedang mengarahkan kita kepada tujuan yang lebih besar daripada yang mampu kita bayangkan.

Karena iman sejati bukanlah memaksa Tuhan mengikuti rencana manusia, melainkan mempercayai rencana Tuhan, sekalipun jalan yang dipilih-Nya berbeda dari harapan kita.

Salam Suluh Zaman.

Biarlah firman Tuhan menjadi pelita yang menerangi langkah kehidupan kita di tengah dunia yang terus berubah.

Penyebar: Shalom.click | Kiran Karin

Berita Terkait

BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu
Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?
Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi
Ketika Pajak Menjadi Beban: Belajar dari Raja Rehabeam dan Suara Para Nabi
Korupsi berawal dari hati yang tidak pernah puas
Generasi Digital: Bijak Menggunakan Teknologi sebagai Alat Kemuliaan Tuhan
Suara Rakyat adalah Suara Tuhan? Benarkah atau sekadar Slogan Politik?
Ketika kebencian mudah menyebar, orang percaya dipanggil menebar damai
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:11 WIB

BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Ketika Pajak Menjadi Beban: Belajar dari Raja Rehabeam dan Suara Para Nabi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Korupsi berawal dari hati yang tidak pernah puas

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Generasi Digital: Bijak Menggunakan Teknologi sebagai Alat Kemuliaan Tuhan

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:11 WIB

RENUNGAN

7 Langkah Membangun Kesabaran Saat Menghadapi Masalah Hidup

Jumat, 7 Agu 2026 - 09:10 WIB

KABAR BAIK HARI INI

5 tanda bahwa Tuhan Yesus sangat peduli kepada kita

Kamis, 6 Agu 2026 - 20:25 WIB

SULUH ZAMAN

Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?

Rabu, 5 Agu 2026 - 21:28 WIB