FIRMAN Tuhan: “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6: 3-4)
Di dunia ini, setiap orang tentu senang dihargai. Ucapan terima kasih, pujian, atau penghargaan atas kebaikan yang kita lakukan memang dapat menguatkan hati.
Namun, bagaimana jika semua itu tidak kita terima? Apakah kita akan berhenti berbuat baik?
Yesus mengajarkan bahwa motivasi utama melakukan kebaikan bukanlah untuk memperoleh pengakuan manusia, melainkan untuk memuliakan Tuhan.
Kebaikan yang dilakukan dengan hati yang tulus memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada kebaikan yang dilakukan demi pujian.
Sering kali kita kecewa ketika pengorbanan kita tidak dihargai.
Namun, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah melewatkan satu pun perbuatan kasih yang kita lakukan.
Apa yang mungkin tidak dilihat manusia, dilihat oleh Allah. Apa yang mungkin dilupakan manusia, tetap diingat oleh-Nya.
Penghargaan dari manusia bersifat sementara, tetapi penghargaan dari Tuhan bersifat kekal.
Karena itu, jangan biarkan kurangnya apresiasi memadamkan semangat kita untuk menolong sesama.
Tetaplah menjadi saluran kasih, sebab karakter Kristus terlihat melalui hati yang tetap mengasihi meski tidak dipuji.
Renungan: Apakah saya masih mau berbuat baik jika tidak ada seorang pun yang mengucapkan terima kasih kepada saya?
Tuhan Yesus, ajarlah aku memiliki hati yang tulus dalam berbuat baik.
Jauhkan aku dari keinginan mencari pujian manusia, dan mampukan aku melakukan setiap kebaikan sebagai wujud kasih kepada-Mu.
Biarlah hidupku menjadi berkat bagi sesama, karena aku percaya Engkau melihat dan menghargai setiap perbuatan yang dilakukan dengan kasih. Amin.
Shalom.click “Berbuatlah baik bukan untuk dikenal manusia, tetapi karena kita telah lebih dahulu dikasihi Tuhan.”
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong









