“Penjaga taman” di tengah zaman yang lupa diri

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAMAT siang kawan shalom.click.🙏

Pertanyaan ini sering bikin geleng kepala juga. Kenapa ya, yang punya gelar panjang, jabatan tinggi, akses ilmu… malah kadang paling depan dalam ngeruk SDA.

Kenapa bisa gitu?

  1. Pengetahuan ≠ Hikmat. Pintar itu soal IQ + skill. Tapi hikmat itu soal hati + takut Tuhan. Amsal 1: 7 bilang “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan”. Kalau yang dipuja cuma keuntungan, ilmu jadi alat eksploitasi, bukan pemeliharaan.

  2. Kuasa bikin buta. Jabatan + modal gede = godaan besar. Yehezkiel 28: 5 soal raja Tirus: “Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan… dan engkau menjadi tinggi hati karena kekayaanmu”. Makin tinggi, makin ngerasa “berhak”.

  3. Sistem yang salah arah. Kalau tolok ukurnya cuma GDP, laba, pertumbuhan tanpa batas… ya SDA dilihat sebagai “komoditas mati”, bukan titipan.

Terus Alkitab nyikapinya gimana?

  1. Manusia itu penatalayan, bukan pemilik. Kejadian 2: 15 “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu”. Kata Ibrani “shamar” = jaga, pelihara. Kita dikasih kuasa, tapi sekalian tanggung jawab.

  2. Serakah = berhala. Kolose 3: 5 sebut “keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala”. Ngeruk SDA tanpa batas itu sebenernya nyembah uang/kuasa, bukan Tuhan.

  3. Ada konsekuensi. Wahyu 11: 18 ada peringatan buat yang “membinasakan bumi”. Tuhan peduli sama ciptaan-Nya. Roma 8:22 juga bilang seluruh ciptaan “mengeluh” karena dosa manusia.

Jadi Alkitab nggak anti kemajuan atau ilmu. Tapi ingetin: kuasa + ilmu tanpa hati hamba = destruktif. Makanya butuh orang pinter yang juga takut Tuhan duduk di kursi pengambil keputusan.

Rasa miris ngeliatnya…

Hutan gundul, sungai jadi coklat, gunung dikeruk. Padahal dulu waktu sekolah, ekosistem diajarin detail: rantai makanan, siklus air, tanah butuh waktu ratusan tahun buat pulih. Di gereja juga denger khotbah “jaga ciptaan”. Tapi pas duduk di kursi kuasa, semua ilmu itu kayak ke-reset.

Itu namanya amnesia rohani. Mazmur 115: 16 ngingetin: “Bumi telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia”. Dikasih = dititipkan. Bukan surat jual beli.

Yang bikin sedih: mereka nggak cuma ngerusak tanah. Mereka ngerusak relasi. Relasi manusia dengan Pencipta, dengan sesama yang hidupnya tergantung alam, sama anak cucu kita nanti.

Padahal Amsal 12: 10 bilang “Orang benar memperhatikan hidup hewannya”. Kalau sama hewan aja disuruh peduli, apalagi sama gunung, sungai, hutan yang Tuhan sebut “baik adanya” di Kejadian 1.

Tapi kawan shalom.click, jangan sampai kecewa ini bikin kita diam. Nuh dulu juga kelihatan “gila” waktu bangun bahtera sendirian. Tapi dia nurut.

Kadang Tuhan panggil orang biasa buat jadi “penjaga taman” di tengah zaman yang lupa diri.

Penyebar: shalom.click | Ebenezer & Kiran

Berita Terkait

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah
Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT
Ketika zaman “menghakimi” Sang Pencipta
Tuhan yang ketinggalan zaman, atau manusia yang kehilangan arah?
Agur bin Yake dan kerinduan akan pemimpin yang tak serakah
Menjadi jembatan, bukan tembok
Merawat firman di setiap musim kehidupan keluarga
Ketika Takhta kehilangan hikmat: Apa kata Alkitab tentang Pemimpin Bebal dan Korup?
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:28 WIB

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Senin, 15 Juni 2026 - 16:51 WIB

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:12 WIB

Tuhan yang ketinggalan zaman, atau manusia yang kehilangan arah?

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:25 WIB

Agur bin Yake dan kerinduan akan pemimpin yang tak serakah

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:08 WIB

Menjadi jembatan, bukan tembok

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:28 WIB

NAFAS KASIH

Ketika Jiwa dan Roh kembali berpelukan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:42 WIB

SULUH ZAMAN

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Senin, 15 Jun 2026 - 16:51 WIB

NAFAS KASIH

Tak ada Air Mata yang sia-sia di hadapan Tuhan

Minggu, 14 Jun 2026 - 22:40 WIB