Saat dunia dipenuhi kegaduhan, Tuhan tetap berdaulat

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats: Mazmur 46: 1-3, 10

DIAMLAH dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 46: 10).

SETIAP hari kita disuguhi berita yang membuat hati gelisah.

Konflik antarnegara, bencana alam, krisis ekonomi, korupsi, meningkatnya kejahatan, hingga berbagai persoalan sosial seolah datang tanpa henti.

Banyak orang bertanya, “Apakah dunia masih memiliki harapan?” Bahkan tidak sedikit yang kehilangan ketenangan karena merasa masa depan semakin sulit diprediksi.

Namun, Mazmur 46 mengajak kita memandang realitas dari sudut pandang iman.

Pemazmur tidak menutup mata terhadap kenyataan bahwa bumi dapat berguncang, gunung dapat bergeser ke dalam laut, dan bangsa-bangsa dapat gempar.

Semua itu menggambarkan keadaan yang penuh gejolak. Meski demikian, ada satu keyakinan yang tidak berubah: Allah adalah tempat perlindungan dan kekuatan bagi umat-Nya.

Firman Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa orang percaya akan hidup tanpa masalah.

Sebaliknya, Tuhan berjanji akan menyertai setiap langkah anak-anak-Nya.

Ketika dunia kehilangan pegangan, orang percaya memiliki Pribadi yang tidak pernah berubah.

Ketika manusia gagal, Allah tetap setia. Ketika keadaan memburuk, kuasa-Nya tidak pernah berkurang.

Kalimat “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah” bukanlah ajakan untuk pasif, melainkan panggilan untuk menghentikan kepanikan dan kembali memusatkan hati kepada Tuhan.

Diam berarti percaya bahwa Allah sedang bekerja, sekalipun mata kita belum melihat jalan keluar. Iman mengajak kita melihat melampaui keadaan, menuju Pribadi yang mengendalikan sejarah.

Di tengah derasnya arus informasi, kita perlu menjaga hati agar tidak dikuasai rasa takut.

Berita penting untuk diketahui, tetapi jangan sampai berita lebih menguasai hati daripada Firman Tuhan.

Ketika Firman menjadi dasar hidup, kita akan memiliki damai yang tidak bergantung pada situasi.

Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil menjadi pembawa pengharapan. Dunia membutuhkan orang-orang yang tetap tenang karena percaya kepada Tuhan, yang tetap jujur ketika banyak orang memilih jalan pintas, yang tetap mengasihi ketika kebencian semakin meluas, dan yang tetap berdoa ketika banyak orang putus asa.

Apa pun yang sedang terjadi di sekitar kita hari ini, ingatlah bahwa Allah masih bertakhta.

Tidak ada satu pun peristiwa yang berada di luar pengetahuan-Nya.

Dia memegang sejarah, memimpin umat-Nya, dan menggenapi rencana-Nya pada waktu yang tepat.

Kiranya kebenaran ini menguatkan langkah kita. Jangan biarkan kegaduhan dunia merampas damai yang berasal dari Kristus.

Peganglah Firman-Nya, hiduplah dalam pengharapan, dan jadilah terang di tengah zaman.

Sebab, ketika dunia berubah, Tuhan tetap sama—kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya.

Penyebar: Shalom.click | Ebenezer

Berita Terkait

Pengharapan yang tidak pernah padam
Mengapa Tuhan masih bersabar terhadap bangsa-Bangsa?
Orang PERCAYA di TENGAH DUNIA yang BISING
Mempersiapkan Generasi Pelayan Dunia: Sudahkah Gereja Indonesia siap?
Ketika kekuasaan tidak lagi takut kepada Tuhan
Budaya malu yang mulai hilang
Krisis keteladanan: Saat jabatan lebih tinggi daripada integritas
Ketika lidah kehilangan kejujuran
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:17 WIB

Saat dunia dipenuhi kegaduhan, Tuhan tetap berdaulat

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:29 WIB

Pengharapan yang tidak pernah padam

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:00 WIB

Mengapa Tuhan masih bersabar terhadap bangsa-Bangsa?

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:43 WIB

Orang PERCAYA di TENGAH DUNIA yang BISING

Senin, 6 Juli 2026 - 13:16 WIB

Mempersiapkan Generasi Pelayan Dunia: Sudahkah Gereja Indonesia siap?

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Saat dunia dipenuhi kegaduhan, Tuhan tetap berdaulat

Sabtu, 11 Jul 2026 - 12:17 WIB

NAFAS KASIH

Kasih yang tetap bertahan saat dikecewakan

Jumat, 10 Jul 2026 - 22:52 WIB

RESENSI

Mere Christianity (Kekristenan yang Rasional)

Jumat, 10 Jul 2026 - 10:09 WIB

SULUH ZAMAN

Pengharapan yang tidak pernah padam

Jumat, 10 Jul 2026 - 07:29 WIB

KABAR BAIK HARI INI

SABAR itu tidak mengenal batas

Jumat, 10 Jul 2026 - 00:33 WIB