SELAMAT malam kawan shalom.click.🌿
KISAH Sodom dan Gomora terutama terdapat dalam kitab Kejadian pasal 18-19.
Banyak orang langsung mengaitkannya dengan dosa seksual, tetapi jika membaca keseluruhan kesaksian Alkitab, pesannya lebih luas daripada itu.
Garis tegas yang ingin disampaikan Alkitab
Kejahatan yang sudah mencapai puncaknya akan mendatangkan penghakiman Tuhan
Sodom dan Gomora digambarkan sebagai kota yang kejahatannya “sangat berat“.
Tuhan panjang sabar, tetapi ketika kejahatan menjadi sistemik dan masyarakat tidak lagi mau bertobat, penghakiman akhirnya datang.
Kesombongan dan ketidakpedulian terhadap sesama adalah dosa besar
Nabi Yehezkiel menjelaskan bahwa dosa Sodom bukan hanya soal penyimpangan seksual, tetapi juga kesombongan, hidup berkelimpahan tanpa peduli kepada orang miskin, dan melakukan kekejian di hadapan Tuhan (Yehezkiel 16: 49-50).
Hilangnya penghormatan terhadap martabat manusia
Dalam kisah itu terlihat bagaimana penduduk Sodom memperlakukan tamu dengan sangat buruk.
Keramahan, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama telah hilang.
Tuhan tetap menyelamatkan orang benar
Di tengah penghukuman itu, Tuhan menyelamatkan Lot dan keluarganya.
Ini menunjukkan bahwa belas kasihan Tuhan berjalan berdampingan dengan keadilan-Nya.
Apakah hal yang sama masih terjadi saat ini?
Jika yang dimaksud adalah pola dosa dan kerusakan moral, jawabannya: ya, masih terjadi.
Bukan hanya dalam bentuk tertentu, melainkan ketika masyarakat:
Mengagungkan keserakahan.
Mengabaikan orang miskin dan lemah.
Menganggap kejahatan sebagai sesuatu yang biasa.
Menormalisasi ketidakadilan.
Menolak kebenaran dan teguran.
Mengutamakan kepentingan diri sendiri di atas sesama.
Dalam arti itu, “roh Sodom” dapat muncul kapan saja dan di mana saja, bukan hanya pada satu kelompok tertentu.
Kisah Sodom dan Gomora bukan terutama agar kita sibuk menunjuk dosa orang lain, melainkan mengajak kita bertanya:
Apakah saya masih memiliki belas kasih?
Apakah saya hidup benar di hadapan Tuhan?
Apakah saya peduli kepada mereka yang lemah?
Apakah saya berani mempertahankan kebenaran tanpa kehilangan kasih?
Karena pesan akhirnya bukan sekadar tentang kehancuran sebuah kota, melainkan tentang panggilan untuk bertobat dan hidup sesuai kehendak Tuhan.
Kawan shalom.click. Kisah Sodom dan Gomora sesungguhnya mengingatkan bahwa sebuah bangsa, kota, bahkan individu dapat runtuh bukan karena kurangnya kekayaan, melainkan ketika kehilangan rasa takut akan Tuhan dan kasih kepada sesama. 🙏✨
Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong









