Tetap teguh dalam kebenaran di tengah ketidakadilan

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SELAMAT sore, kawan shalom.click.

KETIKA ketidakadilan sangat dirasakan, orang Kristen tidak dipanggil untuk diam terhadap ketidakadilan, tetapi juga tidak dipanggil untuk membalas kejahatan dengan kejahatan.

Alkitab mengajarkan keseimbangan antara memperjuangkan kebenaran dan tetap memelihara kasih.

Beberapa sikap yang dapat ditunjukkan:

Tetap berdiri di pihak kebenaran

Tuhan menghendaki umat-Nya membela yang benar, menolong yang lemah, dan menyuarakan keadilan.

Diam terhadap ketidakadilan yang merugikan banyak orang bukanlah bentuk kasih. “Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan…” (Yesaya 1: 17)

Menyampaikan keberatan dengan cara yang benar

Ketidakadilan boleh dikritik, tetapi tidak dengan kebencian, fitnah, atau kekerasan. Suara yang tegas akan lebih kuat ketika disampaikan dengan hikmat dan integritas.

Hendaklah kamu cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah.” (Yakobus 1: 19)

Tidak membiarkan hati dikuasai kepahitan

Ketidakadilan sering melukai hati. Namun jika kepahitan dipelihara, luka itu justru menguasai kehidupan rohani seseorang.

Segala kepahitan, kegeraman dan kemarahan… hendaklah dibuang dari antara kamu.” (Efesus 4: 31)

Tetap berdoa dan berharap kepada Tuhan

Ada kalanya keadilan manusia tidak segera terlihat. Orang percaya diajak tetap berpengharapan bahwa Tuhan melihat, mengetahui, dan pada waktunya akan bertindak.

Janganlah kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.” (Roma 12: 21)

Menjadi pembawa damai tanpa mengorbankan kebenaran

Damai bukan berarti mengabaikan masalah. Damai sejati lahir ketika kebenaran dan kasih berjalan bersama.

Berbahagialah orang yang membawa damai.” (Matius 5: 9)

Renungan Singkat

Ketika ketidakadilan terjadi, orang Kristen dipanggil bukan untuk menjadi penonton yang pasif, bukan pula menjadi pribadi yang penuh amarah.

Kita dipanggil menjadi saksi Kristus: berani menyatakan kebenaran, memperjuangkan keadilan, mengasihi sesama, dan tetap percaya bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil.

Dengan demikian, perjuangan kita tidak lahir dari kebencian, melainkan dari kasih yang menginginkan kebenaran ditegakkan.

Penyebar: shalom.click | Kiran Karin

Berita Terkait

KKR Emak-emak Pejuang Ekonomi Keluarga, Lasma Sianturi: Jiwa dan Roh harus tetap bersatu
Wali Kota Pematangsiantar Sambut Rencana Penutupan Sinode Besar GPI
Uskup Agung Medan resmikan Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan
Saat dunia mengering, mata air Tuhan tetap mengalir
“Saat langit dan bumi berbicara: Pelajaran rohani dari bencana hidrometeorologi”
Shalom: Pelukan damai Allah di tengah pergumulan hidup
Lazarus: Nama sederhana dengan makna yang luar biasa
3 jangkar buat keluarga Kristen waktu suami diPHK
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:40 WIB

KKR Emak-emak Pejuang Ekonomi Keluarga, Lasma Sianturi: Jiwa dan Roh harus tetap bersatu

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WIB

Wali Kota Pematangsiantar Sambut Rencana Penutupan Sinode Besar GPI

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:48 WIB

Tetap teguh dalam kebenaran di tengah ketidakadilan

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:18 WIB

Uskup Agung Medan resmikan Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:36 WIB

Saat dunia mengering, mata air Tuhan tetap mengalir

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:28 WIB

NAFAS KASIH

Ketika Jiwa dan Roh kembali berpelukan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:42 WIB

SULUH ZAMAN

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Senin, 15 Jun 2026 - 16:51 WIB

NAFAS KASIH

Tak ada Air Mata yang sia-sia di hadapan Tuhan

Minggu, 14 Jun 2026 - 22:40 WIB