Uskup Agung Medan resmikan Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

USKUP Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, meresmikan Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan di Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Minggu (7/6/2026).

Peresmian paroki yang merupakan hasil pemekaran dari Paroki Santa Maria Tarutung itu dirangkaikan dengan Perayaan Ekaristi, inaugurasi, dan pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP).

Berdasarkan Surat Keputusan Keuskupan Agung Medan tertanggal 24 Februari 2026, Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan menaungi 19 stasi yang tersebar di empat kecamatan, yakni Pangaribuan, Garoga, Sipahutar, dan Siatas Barita.

Kehadiran paroki baru ini diharapkan semakin mendekatkan pelayanan gereja kepada umat.

Dalam khotbahnya, Mgr. Kornelius Sipayung menegaskan pentingnya kehadiran gembala yang dekat dengan umat, terutama untuk mempermudah pelayanan sakramen mengingat jarak yang cukup jauh ke Tarutung.

Ia juga menyampaikan rencana Keuskupan Agung Medan untuk membangun sekolah Katolik di Pangaribuan dan berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jonius TP Hutabarat menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan sekolah Katolik tersebut.

Menurutnya, institusi Katolik selama ini telah memberikan kontribusi besar di bidang pendidikan dan kesehatan, termasuk melalui pelayanan Rumah Sakit Santo Lusia Siborongborong yang mendapat kepercayaan luas dari masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah dan gereja memiliki tujuan yang sama, yakni melayani masyarakat sesuai peran masing-masing.

Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus DPP yang baru dilantik serta Pastor Ronald Sitanggang, seraya mengajak umat Katolik di Kuasi Paroki Pangaribuan menjadi garam dan terang dunia melalui kemitraan dengan pemerintah dalam upaya mengurangi kemiskinan, meningkatkan mutu pendidikan, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Penyebar: shalom.click | Martua Situmorang 

Berita Terkait

KKR Emak-emak Pejuang Ekonomi Keluarga, Lasma Sianturi: Jiwa dan Roh harus tetap bersatu
Wali Kota Pematangsiantar Sambut Rencana Penutupan Sinode Besar GPI
Tetap teguh dalam kebenaran di tengah ketidakadilan
Saat dunia mengering, mata air Tuhan tetap mengalir
“Saat langit dan bumi berbicara: Pelajaran rohani dari bencana hidrometeorologi”
Shalom: Pelukan damai Allah di tengah pergumulan hidup
Lazarus: Nama sederhana dengan makna yang luar biasa
3 jangkar buat keluarga Kristen waktu suami diPHK
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:40 WIB

KKR Emak-emak Pejuang Ekonomi Keluarga, Lasma Sianturi: Jiwa dan Roh harus tetap bersatu

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WIB

Wali Kota Pematangsiantar Sambut Rencana Penutupan Sinode Besar GPI

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:48 WIB

Tetap teguh dalam kebenaran di tengah ketidakadilan

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:18 WIB

Uskup Agung Medan resmikan Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:36 WIB

Saat dunia mengering, mata air Tuhan tetap mengalir

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:28 WIB

NAFAS KASIH

Ketika Jiwa dan Roh kembali berpelukan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:42 WIB

SULUH ZAMAN

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Senin, 15 Jun 2026 - 16:51 WIB

NAFAS KASIH

Tak ada Air Mata yang sia-sia di hadapan Tuhan

Minggu, 14 Jun 2026 - 22:40 WIB