Karena kita dikasihi, maka kita mengasihi

Senin, 8 Juni 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.” (1 Yohanes 4:11)

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua orang mudah untuk dikasihi. Ada yang pernah menyakiti hati kita, mengecewakan, bahkan meninggalkan luka yang mendalam.

Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa dasar kasih orang percaya bukanlah karena orang lain layak dikasihi, melainkan karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita.

Kasih Allah bukan sekadar kata-kata. Kasih-Nya nyata melalui pengorbanan Yesus Kristus yang datang menyelamatkan manusia.

Ketika kita menyadari betapa besar kasih yang telah kita terima, hati kita seharusnya terdorong untuk membagikan kasih itu kepada sesama.

Mengasihi tidak selalu berarti melakukan hal-hal besar. Mengasihi dapat dimulai dari hal sederhana: memberi perhatian kepada yang sedang berduka, menghibur yang lemah, mengampuni yang bersalah, menolong yang membutuhkan, dan tidak mudah menghakimi sesama.

Kasih yang sederhana sering kali menjadi berkat yang luar biasa bagi orang lain.

Dunia saat ini sering dipenuhi pertengkaran, kebencian, dan sikap saling menjatuhkan. Karena itu, kehadiran orang percaya dipanggil untuk menjadi pembawa kasih.

Melalui perkataan, sikap, dan tindakan kita, orang lain dapat merasakan kasih Allah yang hidup.

Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kasih Allah yang kita terima mengalir kepada sesama?

Sebab ketika kita sungguh memahami kasih Tuhan, kita tidak akan berhenti pada menerima kasih itu, tetapi juga akan membagikannya kepada orang-orang di sekitar kita.

Penguatan Firman:
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” — Yohanes 13: 34

Doa Singkat:
Tuhan, terima kasih atas kasih-Mu yang begitu besar dalam hidup kami. Ajarlah kami untuk tidak hanya menikmati kasih-Mu, tetapi juga membagikannya kepada sesama melalui perkataan dan perbuatan kami. Jadikan kami saluran kasih-Mu di tengah dunia. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Penyebar: shalom.click | Ebenezer

Berita Terkait

Ketika Jiwa dan Roh kembali berpelukan
Tak ada Air Mata yang sia-sia di hadapan Tuhan
Jika kamu meminta dalam Nama-Ku
Berkat yang mengalir, hidup yang bermakna
Gelombang PHK mengancam: menjaga iman ketika kepastian menghilang
Ketika Firman tidak hanya dibaca, tetapi dihidupi
Susah payah hari ini, harapan masih ada bersama Yesus
Tuhan tidak pernah menghentikan percakapan saat kita berkata: “Belum”
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:42 WIB

Ketika Jiwa dan Roh kembali berpelukan

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:40 WIB

Tak ada Air Mata yang sia-sia di hadapan Tuhan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:57 WIB

Jika kamu meminta dalam Nama-Ku

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:03 WIB

Berkat yang mengalir, hidup yang bermakna

Senin, 8 Juni 2026 - 13:41 WIB

Karena kita dikasihi, maka kita mengasihi

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:28 WIB

NAFAS KASIH

Ketika Jiwa dan Roh kembali berpelukan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:42 WIB

SULUH ZAMAN

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Senin, 15 Jun 2026 - 16:51 WIB

NAFAS KASIH

Tak ada Air Mata yang sia-sia di hadapan Tuhan

Minggu, 14 Jun 2026 - 22:40 WIB