Jangan menyerah, Kawan: Tuhan masih bekerja di balik hari-harimu

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

PAGI ini terasa sedikit berbeda.

Sulit menjelaskan dengan kata-kata. Tidak ada kesedihan yang begitu dalam, tetapi juga bukan kegembiraan yang meluap. Mungkin inilah yang sering disebut orang sebagai perasaan yang hadir tanpa mampu didefinisikan.

Di tahun 2026 ini, hidup terasa berjalan semakin cepat. Notifikasi ponsel datang silih berganti. Berita buruk dan kabar baik berkejaran dalam hitungan detik. Harga kebutuhan hidup berubah, tantangan pekerjaan bertambah, dan masa depan kadang terlihat samar.

Di tengah semua itu, mungkin ada di antara kita yang bangun pagi ini dengan beban yang tidak sepenuhnya bisa dijelaskan.

Sedang apa, kawan?

Apakah pagi ini engkau sedang berusaha mengalihkan perhatian dari persoalan yang begitu berat?

Atau masih bergumul dengan masalah yang sebenarnya sudah terlalu lama menguras tenaga dan pikiranmu?

Mari duduk sejenak di tikar kehidupan yang sama. Di sana ada cerita tentang air mata dan tawa. Ada kehilangan dan harapan. Ada kegagalan yang menyakitkan, tetapi juga ada kesempatan baru yang belum terlihat.

Karena sesungguhnya, setiap manusia sedang berjuang dalam medan perangnya masing-masing.

Sedang apa, kawan?

Seperti biasa, aku hanya ingin berbagi sebuah pengingat.

Bukan karena aku lebih tahu. Bukan pula karena aku lebih kuat.

Tetapi karena kita sama-sama sedang belajar menjalani hidup.

Alkitab berkata:

“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” (Amsal 27: 17)

Kita membutuhkan orang lain untuk saling mengingatkan. Sebab dalam perjalanan hidup, terkadang semangat menjadi tumpul, harapan menjadi redup, dan keyakinan mulai goyah.

Karena itu, pagi ini aku ingin menyampaikan kata sederhana:

Jangan mudah menyerah.

Menyerah sering kali diawali oleh putus asa.

Ketika putus asa mulai menguasai hati, pikiran negatif perlahan mengambil tempat. Kita mulai mempertanyakan diri sendiri, menyalahkan keadaan, bahkan terkadang mempertanyakan Tuhan.

Padahal, tidak semua jalan yang sulit berarti Tuhan meninggalkan kita.

Sering kali justru di jalan yang terjal itulah Tuhan sedang membentuk ketangguhan yang tidak bisa diperoleh dari kenyamanan.

Firman Tuhan berkata:

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29: 11)

Kawan shalom.click, Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa pergumulan.

Namun Tuhan menjanjikan penyertaan-Nya di tengah pergumulan.

Tuhan juga tidak selalu memberikan jawaban secara instan. Ia sering kali bekerja melalui proses, kerja keras, kesabaran, dan doa-doa yang terus dinaikkan dengan setia.

Karena itu, tetaplah melangkah.

Tetaplah bekerja dengan jujur.

Tetaplah berdoa dengan tekun.

Tetaplah percaya ketika keadaan belum berubah.

Sebab Tuhan yang memulai pekerjaan baik dalam hidupmu, tidak akan meninggalkanmu di tengah jalan.

Jadilah anak Tuhan yang tangguh.

Jadilah pribadi yang mandiri.

Jadilah saksi bahwa harapan masih ada, bahkan ketika keadaan belum sesuai dengan keinginan.

Sedang apa, kawan?

Sudah tersediakah secangkir kopi hangat di mejamu pagi ini?

Atau mungkin secangkir teh yang menemani awal harimu?

Nikmatilah dengan syukur.

Karena selama kita masih diberi napas kehidupan, Tuhan masih memberikan kesempatan untuk memulai kembali.

Dan siapa tahu, hari ini adalah awal dari jawaban doa yang selama ini engkau nantikan.

Selamat menjalani hari-harimu, kawan.

Tuhan memberkati langkahmu.

Ayat kunci:

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, jangan takut dan jangan gemetar, sebab Tuhan Allahmu menyertai engkau ke mana pun engkau pergi.” — Yosua 1:9

Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong 

Berita Terkait

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah
Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT
Ketika zaman “menghakimi” Sang Pencipta
Tuhan yang ketinggalan zaman, atau manusia yang kehilangan arah?
Agur bin Yake dan kerinduan akan pemimpin yang tak serakah
Menjadi jembatan, bukan tembok
Merawat firman di setiap musim kehidupan keluarga
Ketika Takhta kehilangan hikmat: Apa kata Alkitab tentang Pemimpin Bebal dan Korup?
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:28 WIB

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Senin, 15 Juni 2026 - 16:51 WIB

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:00 WIB

Ketika zaman “menghakimi” Sang Pencipta

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:12 WIB

Tuhan yang ketinggalan zaman, atau manusia yang kehilangan arah?

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:25 WIB

Agur bin Yake dan kerinduan akan pemimpin yang tak serakah

Berita Terbaru

LENTERA FAKTA

Ketika rupiah terpuruk, harapan jangan ikut runtuh

Jumat, 19 Jun 2026 - 06:26 WIB

RENUNGAN

Aku tak dapat jalan sendiri

Kamis, 18 Jun 2026 - 06:19 WIB

LENTERA FAKTA

“Demi Tuhan untuk Siapa?”

Rabu, 17 Jun 2026 - 21:39 WIB

SULUH ZAMAN

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:28 WIB

NAFAS KASIH

Ketika Jiwa dan Roh kembali berpelukan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:42 WIB