KEBERKUASAAN: Kita PENJAGA TAMAN, bukan RAJA TAMAN

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETIKA kekuasaan ada di tanganmu, maka kamu sangat, sangat dan sangat berkuasa membuka pundi-pundi kekayaan alam ciptaan Tuhan.

Tapi ingat, kawan. Sejak hari pertama Tuhan udah bilang: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah… peliharalah taman itu dan usahakanlah itu” – Kejadian 1: 28, 2: 15.

Berkuasa = “radah” + “syamar”. Artinya: meraja tapi sekalian jadi tukang kebun. Nggak bisa dipisah.

Keberkuasaan itu pula yang jadi ujian keimanan. Ujian Tovia: mau jadi kucing lapar yang nurut Bapa, atau jadi singa yang ngaku-ngaku raja?

Kekayaan alam itu milik Tuhan. “Punya-Kulah bumi serta segala isinya” – Mazmur 24: 1. Kita cuma mandataris.

Dan ketika keserakahan jadi prioritas, ekosistem kehilangan suara. Kamu abaikan teori keseimbangan SD, abaikan resapan air, abaikan kawasan penyangga. Kamu jadi “membabi-buta”.

Alkitab udah ngingetin dari dulu: “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman” – 1 Timotius 6: 10. Serakah itu ibadah ke berhala modern – Kolose 3: 5.

Ketika kamu berkuasa, jangan letakkan hati nurani di dasar laut sampai membeku. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” – Amsal 4: 23. Hati yang beku itu tanah yang nggak bisa ditaburi benih lagi.

Jadilah penguasa yang jaga alam semesta dengan tulus ikhlas. Karena “Orang yang setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar” – Lukas 16: 10. Jaga sungai = setia. Jaga hutan = setia. Jaga rakyat = setia.

Kalau itu kamu lakukan, janji Tuhan ini yang jalan: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” – Matius 6: 33. Kekayaanmu jadi “dahsyat” karena diberkati. Rakyatmu makmur karena dipayungi Shalom.

Kerjalah atas nama kebaikan, bukan ketamakan. Sebab “kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik” – Efesus 2: 10.

Kita Penjaga Taman. Bukan penjarah Taman.

Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong 

Berita Terkait

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi
Jangan takut, Tuhan ada bersamamu
Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia
BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu
Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?
Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi
Ketika Pajak Menjadi Beban: Belajar dari Raja Rehabeam dan Suara Para Nabi
Korupsi berawal dari hati yang tidak pernah puas
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Jangan takut, Tuhan ada bersamamu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:11 WIB

BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:43 WIB