“El Shaddai: Allah yang tetap bekerja di tengah kemustahilan”. 🌿✝️

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

El Shaddai (sering ditulis El Sadai atau El Shaddai) adalah salah satu nama Allah yang sangat penting dalam Alkitab.

Arti El Shaddai

Dalam bahasa Ibrani: El = Allah, Tuhan Yang Mahakuasa. Shaddai sering diterjemahkan sebagai Yang Mahakuasa (Almighty God).

Karena itu, El Shaddai umumnya diartikan sebagai “Allah Yang Mahakuasa” atau “Allah Yang Mencukupi Segala Kebutuhan“.

Kapan pertama kali disebut? Penyebutan pertama dalam Alkitab terdapat dalam kitab Kitab Kejadian 17: 1.

“Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: Akulah Allah Yang Mahakuasa (El Shaddai); hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.”

Jadi, bukan nabi yang pertama mengucapkannya, melainkan Allah sendiri yang memperkenalkan nama-Nya kepada Abram (Abraham).

Apa tujuan Allah memperkenalkan diri sebagai El Shaddai?

Saat itu Abraham menghadapi situasi yang tampak mustahil: Usianya hampir 100 tahun.

Sara sudah lanjut usia dan mandul. Janji memiliki keturunan belum terwujud.

Allah memperkenalkan diri sebagai El Shaddai untuk menegaskan bahwa: Tidak ada yang mustahil bagi-Nya.

Ia sanggup menggenapi janji-Nya. Kuasa-Nya melampaui keterbatasan manusia.

Abraham harus tetap percaya meskipun keadaan terlihat tidak mungkin. Dan benar, kemudian lahirlah Ishak sesuai janji Allah.

El Shaddai dalam perjalanan para leluhur Israel

Nama ini juga dipakai oleh: Ishak (Kejadian 28: 3) Yakub (Kejadian 35: 11; 43: 14). Mereka menggunakan nama El Shaddai ketika memohon berkat, perlindungan, dan pemeliharaan Allah.

Relevansi dalam kehidupan sehari-hari saat ini

Saat menghadapi masalah ekonomi

Ketika usaha menurun, pekerjaan hilang, atau kebutuhan keluarga terasa berat, nama El Shaddai mengingatkan bahwa sumber pertolongan tidak terbatas pada kemampuan manusia.

Saat menghadapi sakit penyakit

El Shaddai mengajarkan bahwa kuasa Allah lebih besar daripada diagnosis, ketakutan, dan keterbatasan manusia.

Saat menunggu jawaban doa

Seperti Abraham menunggu puluhan tahun, banyak orang saat ini menanti jawaban doa tentang keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau masa depan. El Shaddai mengingatkan bahwa waktu Allah tidak selalu sama dengan waktu manusia.

Saat merasa tidak sanggup

Sering kali tantangan hidup membuat seseorang merasa lemah. Nama El Shaddai mengajarkan bahwa kekuatan sejati berasal dari Allah, bukan dari kemampuan pribadi.

Pesan rohani untuk zaman sekarang

Di tengah krisis ekonomi, konflik sosial, kerusakan lingkungan, dan ketidakpastian masa depan, nama El Shaddai menjadi pengingat bahwa Allah tetap berdaulat dan sanggup memelihara umat-Nya.

El Shaddai bukan sekadar gelar tentang kekuatan Allah, tetapi juga kesaksian bahwa Allah sanggup melakukan apa yang tidak dapat dilakukan manusia.

Renungan singkat

“Ketika jalan terlihat buntu, El Shaddai melihat jalan keluar. Ketika kekuatan manusia berakhir, kuasa Allah mulai dinyatakan. Ketika janji terasa lama menunggu, El Shaddai tetap setia menggenapinya.”

Penyebar: shalom.click | Ebenezer

Berita Terkait

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah
Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT
Ketika zaman “menghakimi” Sang Pencipta
Tuhan yang ketinggalan zaman, atau manusia yang kehilangan arah?
Agur bin Yake dan kerinduan akan pemimpin yang tak serakah
Menjadi jembatan, bukan tembok
Merawat firman di setiap musim kehidupan keluarga
Ketika Takhta kehilangan hikmat: Apa kata Alkitab tentang Pemimpin Bebal dan Korup?
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:28 WIB

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Senin, 15 Juni 2026 - 16:51 WIB

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:12 WIB

Tuhan yang ketinggalan zaman, atau manusia yang kehilangan arah?

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:25 WIB

Agur bin Yake dan kerinduan akan pemimpin yang tak serakah

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:08 WIB

Menjadi jembatan, bukan tembok

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:28 WIB

NAFAS KASIH

Ketika Jiwa dan Roh kembali berpelukan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:42 WIB

SULUH ZAMAN

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Senin, 15 Jun 2026 - 16:51 WIB

NAFAS KASIH

Tak ada Air Mata yang sia-sia di hadapan Tuhan

Minggu, 14 Jun 2026 - 22:40 WIB