BEBERAPA bulan lalu Tovia cuma “kucing ambang pintu”. Kasih makan, langsung pergi. Dia percaya tanganku nggak mukul, tapi belum percaya rumahku aman.
Persis kayak kita sama Tuhan. Lama jadi Kristen KTP: ambil berkat Minggu, lari Senin-Sabtu. Tuhan kasih “remah”, kita makan, terus balik ke dunia. Belum berani masuk ruang paling dalam.
Aku nggak pernah maksa ngelus Tovia. Nggak pernah jebak. Aku cuma setia: jam 6 sore, nasi + ikan di piring yang sama. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Sampai akhirnya dia berani loncat ke rak dapur.
Rak dapur itu “ruang mahakudus” rumahku. Tempat roti, tempat masak, tempat keluarga. Kucing nggak akan tidur di situ kalau dia nggak 100% aman.
Tuhan juga gitu. Dia nggak maksa kita “ngelus” Dia. Dia cuma setia naruh “roti manna” tiap pagi. Nunggu sampai kita berani merem di hadirat-Nya.
Namanya Tovia: Tuhan itu Baik. Sekarang tiap dia tidur melingkar di rak, dia lagi khotbah. Khotbahnya satu kalimat: “Lihat, Tuan rumah ini baik”.
Kawan shalom.click, pertobatan bukan teriak “aku percaya!” sekeras-kerasnya. Pertobatan itu tidur nyenyak di rak dapur Tuhan. Nggak takut lagi. Nggak lari lagi. Cuma ada, dekat, dan percaya.
Doa 4x sehari itu “piring nasi” kita. Biar lama-lama hati kita juga berani jadi Tovia: dari makan lalu pergi, jadi makan lalu tinggal.
Refleksi:
Hari ini kamu “kucing ambang pintu” di area mana? Atau udah berani “tidur di rak dapur” Tuhan?
Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong









