“Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau inginkan sendiri… maka terangmu akan terbit dalam gelap… engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik, seperti mata air yang tidak pernah kering”
dan Yohanes 7: 38
“Dari dalam hatimu akan mengalir aliran-aliran air hidup.”
“Malam ini sebelum tidur, cek dompet, cek rekening, cek kesehatan, cek keluarga… Kalau Tuhan masih titip ‘berlimpah’ di tanganmu, itu bukan karena kamu paling hebat. Itu karena di luar sana ada orang yang Tuhan lagi siapin buat kamu jadi ‘tangan-Nya’.”

Orang berlimpah itu punya 2 pilihan:
1. Jadi bendungan → airnya numpuk, lama-lama kotor, bau, mampet. Capek jaga-jaga.
2. Jadi sungai → airnya ngalir terus. Kasih makan yang haus. Siram yang layu. Dan anehnya… sungainya sendiri nggak pernah kering. Yesaya bilang “mata air yang tidak pernah kering”.
“Tangan kuat” itu bukan tangan yang genggam erat hartanya. Tangan kuat itu tangan yang kebuka, karena pegang Jalan itu dulu. Pas kita bilang “Akulah Jalan”, Dia yang mastiin airnya nggak abis.
“Saudaraku… besok kalau kamu lihat orang susah, jangan tanya ‘aku sanggup nggak?’. Tanya aja ‘Tuhan, aku jadi tangan-Mu yang mana malam ini?’ Bisa jadi cuma 1 bungkus nasi. Bisa jadi cuma dengerin curhat. Tapi buat dia, itu sungai di padang gurun.”
“Berlimpah bukan buat disimpan. Berlimpah itu buat dialirkan. Karena Sumbernya nggak pernah mati.”
Penyebar: shalom.clock | Kiran Karin









