“BAJU ZIRAH IMAN”

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zirah biasa jagain dada dari tombak musuh…

Baju Zirah Iman jagain “dada” kita dari 3 bisikan: “Kamu nggak cukup”, “Kamu telat”, “Kamu gagal”.

Dunia hari ini lemparnya bukan tombak besi. Lemparnya notifikasi, berita, utang, dan perbandingan.

Zirah Iman bilang: “Aku anak. Bukan angka. Aku milik Bapa. Bukan milik krisis.” 1 Yohanes 3: 1

Anak Tuhan hari ini nggak lemah. Tapi sering lupa Dia siapa…

Kita hafal ayat, rajin ibadah, tapi pas krisis… identitas kita copot.

Jadi “korban PHK”, jadi “bapak yang nggak mampu”, jadi “mahasiswa gagal”.

Baju Zirah Iman ngingetin: sebelum dunia kasih label, Bapa udah kasih Nama. Sebelum krisis kasih vonis, Salib udah kasih vonis: “LUNAS“.

Iman itu nggak bikin masalah hilang. Iman bikin kita tetap “Anak” di tengah masalah.

Yang bisa kita sampaikan ke “rakyat semesta” ini cuma 1…

Nggak usah jadi kuat dulu baru pakai zirah. Pakai zirah dulu… nanti kuatnya nyusul.

Zirah Iman itu bukan tebal karena kita rajin. Zirah Iman tebal karena Dia setia. Ibrani 11: 1

Jadi kalau hari ini hidup rasanya kayak medan perang, jangan buka dada. Kencengin tali zirahnya. Bisik lagi: “Aku Anak. Bapa jagain.”

Ayat kunci:

Efesus 6: 16 – “Dalam segala keadaan pakailah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.”

Kalimat kunci:

“Baju Zirah Iman nggak bikin kamu kebal peluru. Dia bikin kamu ingat… peluru nggak bisa bunuh Anak Raja.”

Gimana kawan shalom.click? Zirahnya udah dikencengin belum hari ini?

Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong 

Berita Terkait

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi
Jangan takut, Tuhan ada bersamamu
Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia
BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu
Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?
Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi
Ketika Pajak Menjadi Beban: Belajar dari Raja Rehabeam dan Suara Para Nabi
Korupsi berawal dari hati yang tidak pernah puas
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Jangan takut, Tuhan ada bersamamu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Ketika Gereja dipanggil hadir di tengah krisis kemanusiaan dunia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:11 WIB

BELALANG tidak punya Raja, tapi tahu cara bersatu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Karena kita telah lebih dahulu dikasihi

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:43 WIB