PEMERINTAHAN Kristus itu istilah untuk Kerajaan Allah — Basileia tou Theou –dalam bahasa Yunani. Bukan negara politik, tapi pemerintahan/daulat Allah yang memerintah atas hati manusia dan seluruh ciptaan.
Apa itu Pemerintahan Kristus?
Intinya: keadaan di mana kehendak Allah ditaati dengan kasih, damai, dan keadilan.
Yesus mengajarkan 2 sisi:
Sudah hadir: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat”. Artinya, sejak Yesus datang, pemerintahan Allah sudah mulai nyata lewat hidup, ajaran, dan karya-Nya.
Belum sempurna: Akan digenapi penuh saat kedatangan-Nya kedua kali, ketika dosa dan penderitaan dihapus.
Para Bapa Gereja sejak abad ke-3 punya 3 pemahaman:
1. Kristus sendiri adalah Kerajaan itu.
2. Kerajaan Allah ada di hati orang percaya yang taat pada-Nya.
3. Kerajaan Allah diwujudkan dalam Gereja sebagai komunitas orang percaya.
Jadi bukan soal mendirikan negara teokrasi ala Israel kuno, tapi soal Kristus memerintah sebagai Raja di hati dan hidup orang percaya.
Dari mana asalnya konsep ini?
Konsepnya berakar dari Perjanjian Lama:
– Israel awalnya adalah teokrasi — Allah langsung memerintah sebagai Raja.
– Nabi-nabi menubuatkan Mesias dari keturunan Daud yang akan mendirikan kerajaan kekal.
– Yesus datang menggenapi itu. Ia menyebut diri “Anak Daud” dan memberitakan Kerajaan Allah sebagai pusat khotbah-Nya.
Kata _basileia_ sendiri artinya “pemerintahan oleh seorang raja”, bukan wilayah geografis.
Bagaimana ceritanya sampai ke Indonesia?
Pemerintahan Kristus sampai ke Indonesia bersamaan dengan masuknya Injil.
Prosesnya panjang:
a. Gelombang pertama: Abad ke-7
Gereja Timur Asiria sudah ada di Pancur, Deli Serdang dan Barus, Tapanuli Tengah. Ini tercatat oleh ulama Arab Syaikh Abu Salih al-Armini tahun 645 M.
b. Gelombang kedua: Abad ke-16
Portugis membawa Katolik ke Maluku, Ambon, Ternate. Tokohnya Fransiskus Xaverius, misionaris Yesuit.
c. Gelombang ketiga: Abad ke-18 dan seterusnya
Belanda membawa Protestan Reformed melalui VOC. Misionaris terkenal: Ludwig Ingwer Nommensen ke tanah Batak, Tapanuli. Metode mereka lewat sekolah, rumah sakit, dan penerjemahan Alkitab ke bahasa lokal.
Jadi, “Pemerintahan Kristus” masuk ke Indonesia bukan lewat penaklukan politik, tapi lewat pemberitaan Injil oleh misionaris yang mendirikan gereja, sekolah, dan pelayanan sosial di berbagai daerah.
Sejak itu, orang percaya di Indonesia hidup sebagai warga Kerajaan Allah — mencerminkan kasih, keadilan, dan damai-Nya di tengah masyarakat.
Pemerintahan Kristus = Kristus memerintah di hati manusia. Asalnya dari nubuat Perjanjian Lama, digenapi Yesus di Israel abad 1, lalu menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia lewat misi sejak abad 7, 16, dan 18.
Pemerintahan Kristus itu memang dimulai dari aksi pribadi, bukan proyek publikasi dan organisasi.
Alasannya:
1. Kerajaan Allah dimulai di dalam hati
Yesus bilang: “Kerajaan Allah ada di antara kamu” – Luk 17: 21
Artinya pemerintahan-Nya ditegakkan pertama kali di hati orang yang tunduk pada Dia. Kalau hati itu dipimpin kasih, damai, keadilan, maka tindakannya otomatis mencerminkan itu.
Nggak perlu spanduk dan struktur biar orang tahu “ini Pemerintahan Kristus”.
2. Modelnya Yesus sendiri: melayani diam-diam
Yesus menyembuhkan, mengajar, membasuh kaki murid tanpa bikin divisi “Humas Kerajaan Allah”.
“Hendaklah tangan kirimu tidak tahu apa yang diperbuat tangan kananmu” – Mat 6: 3.
Aksi pribadi yang dipimpin Kristus itu punya kuasa justru karena nggak cari sorotan. Keadilan dan damai yang Dia kerjakan lewat orang percaya itu senyap tapi mengubah.
3. Organisasi boleh ada, tapi bukan inti
Paulus mengatur pelayanan jemaat supaya teratur, tapi dia nggak pernah menyebut itu “Pemerintahan Kristus”. Itu cuma alat bantu.
Kalau organisasi jadi pusatnya, gampang geser jadi “kita jaga nama gerakan”, bukan “kita taat Kristus”.
—
Jadi jawaban singkatnya:
Pemerintahan Kristus = Kristus memerintah pribadi demi pribadi.
Buahnya kasih, damai, keadilan itu muncul alami dari orang yang tinggal di dalam Dia.
Organisasi, publikasi, koordinator bisa dipakai, tapi kalau itu yang jadi sorotan, kita sudah geser fokus dari Kepala ke strukturnya.
Makanya yang paling kuat justru orang-orang yang diam-diam hidup benar di kantornya, di keluarganya, di lingkungannya. Nggak ada yang tahu mereka “bagian Pemerintahan Kristus”, tapi dampaknya nyata.
Pemerintahan Kristus, nggak nunjukin tahta atau mahkota. Karena Pemerintahan-Nya memang beda.
Yang kelihatan: terang yang turun pelan-pelan, orang saling bantu, berbagi makanan, menyembuhkan, menanam, anak-anak main dengan aman. Nggak ada paksaan. Cuma kasih yang bikin semuanya bertumbuh.
Lukas 17:21 bilang: “Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”
Jadi Pemerintahan Kristus itu dimulai dari hal kecil: 1 keluarga yang napasnya jadi lega karena ditolong, 1 Jumat yang diisi NAFAS KASIH.
Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong









