BAB 1: NOTIFIKASI DARI SURGA

Rabu, 27 Mei 2026 - 05:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APRIL 2026.

Handphone-ku mati total. Dan karena dompetku juga sekarat, aku tidak bisa menggantinya.

Reaksiku? Aneh. Aku tidak panik. Kenapa? Karena aku sadar: HP itu mati atau hidup, sama saja. Toh, tidak ada yang menghubungiku. Daftar kontakku penuh nama, tapi kosong makna.

Satu-satunya panggilan yang selalu masuk adalah dari anakku yang berkebutuhan khusus.

Stroke tidak merampas kasihnya.

Setiap hari dia bertanya: “Papa di mana? Lagi apa? Sama siapa?” Tiga pertanyaan sederhana. Tapi Tuhan pakai itu untuk merawat imanku.

Yang lebih menampar: Saat aku benar-benar “tidak ada”, tidak ada satu pun teman yang datang mencari. Tidak ada yang mengetuk pintu sekadar bertanya kabar.

Di situ aku belajar hukum rimba dunia: Kamu hanya ada saat kamu berguna. Saat tidak, kamu tidak dianggap ada.

Aku mau marah. Mau protes ke semesta. Tapi kuurungkan. Biar waktu yang menjawab.

Dan waktu menjawab.

Di tengah sepi yang kupeluk itu, Tuhan mengirim satu-satunya notifikasi yang penting. Bukan WhatsApp. Bukan telepon.

Sebuah sabda yang masuk langsung ke ruang batinku: “Akulah jalan.” Yohanes 14: 6

Baru kusadari: 46 tahun aku sibuk membangun jalan sendiri. Jalan ambisi. Jalan nama. Jalan ego.

Tuhan terpaksa merubuhkan semua jalan itu, dengan cara mematikan HP-ku, supaya aku berhenti… dan melihat bahwa Jalan itu sedang berdiri di depanku, menungguku dari tadi.

Hari itu, handphone-ku resmi wafat. Tapi aku, untuk pertama kalinya, benar-benar hidup.

 

Catatan: Tulisan ini, karya dari Ingot Simangunsong, penanggungjawab Mediaonline shalom.click, yang akan disajikan bersambung dan jika Tuhan Yesus memberkati, akan diterbitkan dalam bentuk buku saku dengan judul: “Tuhan bersabda: ‘Akulah Jalan’, sebuah catatan tentang aku yang salah jalan”.

 

 

Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

BAB IX: SERU — INJIL dari boncengan dan batu bata mentah
Sodom dan Gomora: Bukan sekadar kisah kota yang hancur
Diberkati untuk menjadi berkat: tata kelola iman dalam mengelola Anugerah Tuhan
Pergantian ≠ Pertobatan, Korupsi sistemik dilawan dengan liturgi meja
BAB VIII: ENJOY, PA — INJIL DARI KACA SPION 
Bab VII: “HALELUYA DARI LORONG”
BAB VI: KETIKA SABDA LAHIR DARI MULUT ANAK 2 TAHUN
BAB V: KETIKA SUNYI LEBIH MEMBUNUH DARIPADA GELAP
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:24 WIB

BAB IX: SERU — INJIL dari boncengan dan batu bata mentah

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:08 WIB

Sodom dan Gomora: Bukan sekadar kisah kota yang hancur

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:05 WIB

Diberkati untuk menjadi berkat: tata kelola iman dalam mengelola Anugerah Tuhan

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:39 WIB

Pergantian ≠ Pertobatan, Korupsi sistemik dilawan dengan liturgi meja

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:29 WIB

BAB VIII: ENJOY, PA — INJIL DARI KACA SPION 

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Warga Surga di tengah dunia yang kehilangan arah

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:28 WIB

NAFAS KASIH

Ketika Jiwa dan Roh kembali berpelukan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:42 WIB

SULUH ZAMAN

Saat CACI MAKI mengalahkan HIKMAT

Senin, 15 Jun 2026 - 16:51 WIB

NAFAS KASIH

Tak ada Air Mata yang sia-sia di hadapan Tuhan

Minggu, 14 Jun 2026 - 22:40 WIB