MARKUS 10: 45 menyampaikan begini;
“Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani…”
Renungan:
Saudara-saudara, kita berkumpul hari ini bukan sekadar membahas anggaran, irigasi, dan jalan. Kita berkumpul karena ada rakyat yang menitipkan harapan di pundak kita.
Yesus memberi contoh kepemimpinan yang membalikkan dunia: yang besar menjadi pelayan.
Pemimpin yang bermental pelayan nggak akan bertanya “Apa untungnya buat saya?”, tapi “Apa yang bisa saya percepat buat rakyat saya hari ini?”
Kalau irigasi rusak, kita nggak tunggu sampai panen gagal. Kalau pupuk langka, kita nggak diam sampai petani menyerah.
Karena melayani itu artinya bertindak sebelum rakyat mengeluh.
Mikha 6: 8 mengingatkan: Tuhan minta kita berlaku adil, setia, dan rendah hati.
Itulah 3 pilar pemimpin yang membawa sejahtera.
Mari kita mulai rapat ini dengan satu tekad: Bukan mencari nama, tapi mencari solusi. Bukan menjaga jabatan, tapi menjaga rakyat.
Tuhan memberkati setiap keputusan yang kita ambil.
Doa singkat:
Tuhan, ajar kami menjadi pemimpin yang rendah hati. Ubah hati kami supaya lebih peduli pada jeritan rakyat daripada tepuk tangan manusia. Pakai kami untuk membawa sejahtera. Amin.
Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong









