Terbit Desember 2025, harga Rp 85.000 (terjemahan…)
1. Inti Buku: 8 Kebiasaan Lawan Distraksi Zaman Now
Penulisnya ngajak balik ke “liturgi” – kebiasaan kecil yang diulang tiap hari. Bukan aturan kaku, tapi “aturan umum” biar kita nggak dijajah HP, kerja, dan konsumerisme.
8 kebiasaan kuncinya: Sabat, Doa Liturgi, Makan Bersama, Puasa HP, dll. Intinya: iman itu dilatih, bukan cuma diimanin.
Pas banget sama keluhanmu: “Mereka bikin tanda versi mereka sendiri”. Buku ini bilang: balik ke “tanda” Tuhan. Sabat itu tanda kita nggak ngatur alam. Doa liturgi itu tanda kita nggak ngatur Tuhan.

2. Kenapa Relevan Banget di 2026
Tulisanmu teriak soal 3 hal: alam dirusak, APBN dikorup, orang kaya lupa miskin. Buku ini jawab dari akarnya: hati yang nggak cukup.
-
Soal alam: Bab Sabat ngajarin “berhenti”. Berhenti ngeruk, berhenti ngatur, berhenti merasa “lebih hebat dari Tuhan”. Bumi disuruh istirahat, kita juga. Kejadian 2: 2-3 jadi relevan lagi.
-
Soal APBN/APBD: Bab “Makan Bersama” + “Memberi”. Liturgi meja makan ngajarin: ada porsi buat sesama. Kalau meja pribadi aja nggak bisa dibagi, gimana ngatur uang rakyat? Mikha 6: 8 jadi praktek, bukan slogan.
-
Soal serakah: Bab “Puasa HP & Konsumsi”. Zaman 2026 ini kita nggak diserang singa, tapi diserang notifikasi. Buku ini ngajarin “puasa” biar kita lihat lagi: siapa yang jadi Tuhan kita sebenarnya?
-
Buat kamu yang nulis tulisan tajam tadi: ini amunisi praktis. Biar kritikan nggak cuma berhenti di “mereka salah”, tapi ada jalan keluar “kita bisa mulai dari sini”.
-
Buat pelayan & jemaat yang capek sama iman yang cuma Minggu. Buku ini ngajarin iman Senin-Sabtu, di dapur, di WA group, di ruang rapat.
-
Buat Gen Z & Milenial yang imannya pengen “nyata” bukan ceramah. Bahasanya ringan, aplikatif, ada challenge 4 minggu di akhir.
“Kita nggak butuh lebih banyak info tentang Tuhan. Kita butuh lebih sedikit distraksi dari Tuhan.”
Kekurangan: Nggak ngebahas politik/ekonomi struktural dalam-dalam. Fokusnya di perubahan personal dulu. Tapi justru itu kekuatannya: revolusi dimulai dari meja makan, bukan gedung DPR.
Kesimpulan buat http: //shalom.click; Kalau tulisanmu tadi itu “palu godam” yang bangunin, maka “The Common Rule” ini petunjuk cara megang palunya biar nggak mental ke diri sendiri. Dari marah → jadi bergerak. Dari protes → jadi praktik.
Skor: 9/10. Wajib baca buat kita yang ngaku “penjaga taman”.
Beli “The Common Rule (Aturan Umum yang Membebaskan)” di Toko: Buku Rohani Gloria, http://bukukristen.com, harga Rp85.000, Link: http://bukukristen.com→cari “The Common Rule” atau “Aturan Umum yang Membebaskan“
Penyebar: shalom.click | Kiran Karin









