Ketika AIB KELUARGA menjadi KONSUMSI PUBLIK: Apa kata Firman Tuhan?

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAPA menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.” (Amsal 17: 9)

 

MEDIA sosial telah mengubah cara manusia menyampaikan pendapat.

Dahulu, konflik keluarga diselesaikan di ruang tamu atau melalui percakapan yang penuh air mata.

Kini, tidak sedikit persoalan keluarga justru dibawa ke ruang publik melalui unggahan, video, atau siaran langsung.

Perdebatan yang ramai diperbincangkan antara pengacara Hotman Paris Hutapea dan anak-anaknya menjadi salah satu contoh bagaimana persoalan pribadi dapat dengan cepat menjadi konsumsi jutaan orang.

Terlepas dari siapa yang benar atau salah, peristiwa ini mengingatkan kita bahwa kemajuan teknologi tidak selalu diikuti dengan kedewasaan dalam mengelola emosi.

Alkitab mengajarkan bahwa kasih tidak bersukacita karena kesalahan orang lain, melainkan karena kebenaran (1 Korintus 13: 6).

Tuhan juga memanggil setiap orang percaya untuk berhati-hati dalam menggunakan perkataan, sebab lidah memiliki kuasa untuk membangun maupun menghancurkan (Amsal 18: 21).

Membuka aib keluarga di ruang publik mungkin menghadirkan perhatian dan dukungan sesaat.

Namun, luka yang ditinggalkan sering kali jauh lebih dalam daripada manfaat yang diperoleh.

Reputasi rusak, hubungan retak, dan kepercayaan sulit dipulihkan.

Sebagai orang percaya, kita dipanggil menjadi pembawa damai, bukan penyebar pertikaian.

Bila terjadi konflik, penyelesaiannya seharusnya mengutamakan dialog, pengampunan, dan kerendahan hati, bukan perlombaan mencari pembenaran di hadapan publik.

Marilah kita menggunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan kasih, pengharapan, dan kebenaran.

Sebab dunia tidak membutuhkan lebih banyak pertengkaran yang dipertontonkan, tetapi lebih banyak teladan tentang rekonsiliasi, pengampunan, dan kasih Kristus yang memulihkan.

Refleksi:

Sebelum menekan tombol “unggah”, tanyakanlah pada diri sendiri: Apakah yang saya bagikan akan membawa damai, atau justru memperdalam luka?

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

“Ketika pemimpin kehilangan hikmat: Apa kata Alkitab?”
Belajar dari Abram: Ketika Mengalah Justru Membuka Jalan Berkat
Seberapa pentingkah penghargaan atas perbuatan baik kita kepada sesama?
Ketika malam menjadi tempat berserah
Saat handphone diam, hati belajar mendengar
Ketika manusia mengambil hak yang bukan miliknya
Aku tak dapat jalan sendiri
Bersyukur untuk setiap orang yang Tuhan hadirkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:09 WIB

Ketika AIB KELUARGA menjadi KONSUMSI PUBLIK: Apa kata Firman Tuhan?

Rabu, 1 Juli 2026 - 04:54 WIB

“Ketika pemimpin kehilangan hikmat: Apa kata Alkitab?”

Senin, 29 Juni 2026 - 06:41 WIB

Belajar dari Abram: Ketika Mengalah Justru Membuka Jalan Berkat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:54 WIB

Seberapa pentingkah penghargaan atas perbuatan baik kita kepada sesama?

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:34 WIB

Ketika malam menjadi tempat berserah

Berita Terbaru

NAFAS KASIH

Tetap mendengar suara Tuhan di tengah bangsa yang gelisah

Selasa, 21 Jul 2026 - 07:29 WIB

GENERASI TERANG

Sadie Robertson Huff: Bersinar bagi Kristus di tengah Dunia Digital

Senin, 20 Jul 2026 - 15:37 WIB