BU Sorta lagi asyik ngaduk bumbu Mie Gomak buat jualan besok pagi. 100 porsi nunggu.
Bu Sorta bingung. Kalau nggak jadi masak, penghasilan nguap. Anak sekolah naik angkot gimana nanti.
“Tuhan Yesus, kehendak-Mu lah yang jadi. Aku pasrah. Aku yakin Kau nggak biarkanku sendiri,” bisiknya pelan.
Tok tok…
Ada ketukan di pintu.
Bu Galumbang berdiri sambil senyum. Di tangan kanannya plastik 5 kg.
“Bu, di sini ada lampu LED tenaga surya. Bisa nyala 6 jam. Ada blender kecil juga, bisa pakai powerbank. Ibu pakai aja dulu, biar Mie Gomak-nya tetap jadi besok.”
Bu Galumbang itu… bukan pelanggan Bu Sorta.
Cuma tetangga.
Ya. Lampu PLN boleh blackout.
Tapi Lampu Kasih Tuhan nggak pernah padam dalam Pemerintahan Kristus.
Firman Tuhan, Yohanes 8: 12 menyatakan,
“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
Lampu PLN boleh padam, tapi ada Terang yang nggak bisa dipadamkan. Terang itu jadi nyata lewat Bu Galumbang yang ngetok pintu.
Bu Galumbang nggak khotbah. Dia cuma bawa pelita dalam plastik 5 kg: lampu surya + blender. Dan pelita itu nyalain harapan Bu Sorta. Itu Pemerintahan Kristus: nggak di istana, tapi di dapur.
Bu Galumbang “mampu” bantu, terus dia nggak nahan. Nggak nanya KTP dulu, nggak nanya “kamu pelanggan aku nggak?”. Kasihnya langsung jalan.
Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong









