DI Yope ada seorang perempuan bernama Dorkas.
Dia nggak punya mimbar. Nggak punya jabatan. Dia cuma punya jarum, benang, dan hati yang lembut.
Setiap hari dia menjahit baju untuk janda-janda yang ditinggal suaminya.
Perbuatannya tanpa dokumentasi foto. Tanpa nama di punggung baju. Tanpa pengumuman. Tanpa publikasi.
Sampai suatu hari Dorkas sakit dan meninggal.
Kota itu gempar. Bukan karena dia pejabat, tapi karena banyak orang kehilangan kasih yang nyata.
Petrus datang, berdoa, dan Tuhan menghidupkannya lagi.

Tapi ingat: yang membuat Petrus datang bukan panggung besar. Yang membuat Petrus datang adalah tumpukan baju-baju kecil yang bersaksi diam-diam, tentang apa yang diperbuat Dorkas.
Dalam kerajaan Tuhan, setiap perbuatan nggak butuh teriak.
Cukup satu orang yang taat, lalu kasihnya menjahit luka orang lain.
Hari ini Tuhan nggak minta kamu bikin struktur baru. Dia cuma minta kamu ambil jarum dan benangmu—apa pun itu—dan mulai menjahit.
Ini beberapa ayat yang nyambung dengan kasih dalam hal-hal kecil, kayak cara Dorkas melayani:
Matius 25: 40
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Markus 9: 41
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.
1 Petrus 4: 10
Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.
Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong









