UDARA siang ini berat, kawan.
29 derajat menempel di kulit, membuat dahi mengkilat dan napas terasa pendek.
Jalanan bergelombang karena panas, dan hati pun rasanya ikut gersang.
Tapi dengarkanlah, di tengah terik yang membakar, ada suara lembut yang tak pernah padam:
“Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya” — Yohanes 4: 14.
Bukan air sumur yang menguap di bawah matahari.
Bukan kipas angin yang hanya menggeser hawa panas dari satu sisi ke sisi lain.
Ini adalah Air Hidup. Sumber yang mengalir dari dalam, menembus keringnya jiwa, menyegarkan ingatan kita bahwa kita tidak ditinggalkan.
Bayangkan sungai kecil di pagi hari—airnya jernih, mengalir pelan, menyentuh batu dan akar, membawa hidup ke tempat yang tadinya kering.
Begitu jugalah Tuhan menyentuh hati kita yang gerah oleh beban, khawatir, dan hiruk pikuk kota.
Jadi hari ini, ketika keringatmu menetes dan kesabaranmu menipis, berhentilah sejenak.
Tarik napas.
Biarkan Firman-Nya menjadi embun pagi yang turun diam-diam di taman hatimu.
Sebab Dia yang memelihara burung di langit, tak akan membiarkanmu layu sendirian di bawah matahari.
#NafasKasih #ShalomClick #AirHidup
Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong









