Pengharapan yang tidak pernah padam

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats: Wahyu 21: 1-5

DI tengah dunia yang terus diguncang oleh peperangan, krisis ekonomi, bencana alam, ketidakadilan, dan pudarnya nilai-nilai kemanusiaan, banyak orang bertanya, masih adakah harapan?

Berita yang kita baca setiap hari sering kali menghadirkan kecemasan daripada ketenangan.

Namun Firman Tuhan mengingatkan bahwa pengharapan orang percaya tidak dibangun di atas keadaan dunia, melainkan pada janji Allah yang tidak pernah gagal.

Dalam Wahyu 21: 1-5, Rasul Yohanes mendapat penglihatan tentang langit yang baru dan bumi yang baru.

Allah sendiri akan tinggal bersama umat-Nya. Air mata akan dihapuskan, maut tidak akan ada lagi, demikian pula perkabungan, ratap tangis, dan penderitaan.

Semua yang lama akan berlalu, dan Tuhan berfirman, “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”

Janji ini bukan sekadar penghiburan bagi masa depan, tetapi juga kekuatan untuk menjalani hari ini.

Orang percaya dipanggil untuk tetap setia, tetap berbuat benar, dan tetap menyalakan kasih meskipun dunia tampak semakin gelap.

Pengharapan kepada Kristus membuat kita tidak mudah putus asa, sebab kita mengetahui bahwa akhir dari sejarah bukanlah kekacauan, melainkan kemenangan Allah.

Karena itu, jangan biarkan berita buruk memadamkan iman. Jangan biarkan ketidakadilan membuat kita kehilangan kasih.

Tetaplah menjadi terang, menghadirkan damai, menghibur yang lemah, menolong yang membutuhkan, dan memberitakan Injil pengharapan kepada mereka yang mulai kehilangan arah.

Dunia mungkin berubah, tetapi kesetiaan Tuhan tidak pernah berubah.

Renungan penutup:

Ketika dunia dipenuhi ketidakadilan, kebingungan, dan ketidakpastian, ingatlah bahwa Allah tidak pernah kehilangan kendali atas sejarah.

Setiap peristiwa tetap berada dalam pemeliharaan-Nya.

Bagi mereka yang percaya kepada Kristus, selalu tersedia pengharapan yang hidup—pengharapan yang tidak bergantung pada keadaan, tetapi pada janji Allah yang kekal.

Marilah kita terus melangkah dengan iman, sebab Tuhan sedang mempersiapkan masa depan yang penuh damai bagi umat-Nya.

Pengharapan itu tidak akan pernah padam, karena sumbernya adalah Allah yang hidup dan setia untuk selama-lamanya.

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong

Berita Terkait

Mengapa Tuhan masih bersabar terhadap bangsa-Bangsa?
Orang PERCAYA di TENGAH DUNIA yang BISING
Mempersiapkan Generasi Pelayan Dunia: Sudahkah Gereja Indonesia siap?
Ketika kekuasaan tidak lagi takut kepada Tuhan
Budaya malu yang mulai hilang
Krisis keteladanan: Saat jabatan lebih tinggi daripada integritas
Ketika lidah kehilangan kejujuran
Perlengkapan senjata Allah di Era Digital: Refleksi Efesus 6: 10-18 untuk kehidupan kekinian
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:29 WIB

Pengharapan yang tidak pernah padam

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:00 WIB

Mengapa Tuhan masih bersabar terhadap bangsa-Bangsa?

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:43 WIB

Orang PERCAYA di TENGAH DUNIA yang BISING

Senin, 6 Juli 2026 - 13:16 WIB

Mempersiapkan Generasi Pelayan Dunia: Sudahkah Gereja Indonesia siap?

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:46 WIB

Ketika kekuasaan tidak lagi takut kepada Tuhan

Berita Terbaru

RESENSI

Mere Christianity (Kekristenan yang Rasional)

Jumat, 10 Jul 2026 - 10:09 WIB

SULUH ZAMAN

Pengharapan yang tidak pernah padam

Jumat, 10 Jul 2026 - 07:29 WIB

KABAR BAIK HARI INI

SABAR itu tidak mengenal batas

Jumat, 10 Jul 2026 - 00:33 WIB

NAFAS KASIH

Tidak pernah sendiri dalam kesunyian

Kamis, 9 Jul 2026 - 04:44 WIB

KABAR BAIK HARI INI

Gereja di tengah krisis ekonomi: Menjadi rumah harapan bagi semua

Rabu, 8 Jul 2026 - 15:09 WIB