PAGI ini, saat melihat lampu sein pada sepedamotor yang memberi tanda ketika hendak berbelok, serta lampu utama yang menerangi jalan di tengah gelapnya malam, saya teringat bahwa kehidupan manusia juga membutuhkan penuntun dan penerang.
Tanpa lampu, pengendara berisiko salah arah atau mengalami kecelakaan. Demikian pula manusia.
Tanpa tuntunan Firman Tuhan, kita mudah tersesat oleh keinginan, emosi, ambisi, dan berbagai godaan dunia.
Alkitab mengajarkan bahwa Firman Tuhan bukan sekadar kumpulan kata-kata, melainkan terang yang menuntun setiap langkah kehidupan.
Ketika kita berada di persimpangan jalan, Firman Tuhan menjadi “sein” yang menunjukkan arah.
Ketika kita berjalan dalam kegelapan persoalan, Firman Tuhan menjadi “lampu” yang menerangi jalan di depan.
Berikut sepuluh firman yang dapat menjadi penerang perjalanan hidup kita:
Mazmur 119: 105
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Inilah dasar utama. Firman Tuhan menerangi langkah demi langkah, bahkan ketika kita belum melihat seluruh perjalanan di depan.
Amsal 3: 5-6
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.“
Saat akal manusia terbatas, Tuhan menunjukkan jalan yang benar bagi orang yang bersandar kepada-Nya.
Yohanes 8: 12
“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan.”
Yesus Kristus adalah sumber terang sejati yang mengusir kegelapan dosa dan kebingungan hidup.
Mazmur 32: 8
“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh.”
Tuhan tidak membiarkan anak-anak-Nya berjalan sendirian tanpa petunjuk.
Yesaya 30: 21
“Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya.”
Ketika kita berada di persimpangan keputusan, Tuhan sanggup menuntun arah langkah kita.
Yakobus 1: 5
“Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah.”
Hikmat dari Tuhan adalah cahaya yang membantu kita mengambil keputusan yang benar.
Filipi 4: 6-7
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga.”
Firman Tuhan menenangkan hati ketika ketakutan dan kekhawatiran mencoba menguasai hidup.
Roma 8: 28
“Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.”
Firman ini menjadi terang pengharapan ketika kita menghadapi masa-masa sulit.
Yosua 1: 9
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.”
Tuhan memberi keberanian untuk melangkah ketika jalan hidup terasa menakutkan.
Matius 6: 33
“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.”
Firman ini mengingatkan bahwa prioritas utama hidup adalah Tuhan, bukan sekadar kebutuhan duniawi.
Lampu sepedamotor harus dinyalakan agar dapat berfungsi. Demikian juga Firman Tuhan.
Alkitab yang hanya tersimpan di rak tidak akan menerangi kehidupan.
Firman itu harus dibaca, direnungkan, dipercayai, dan dilakukan setiap hari.
Ketika dunia menawarkan banyak arah yang membingungkan, Firman Tuhan menjadi penunjuk jalan yang tidak pernah salah.
Ketika malam kehidupan terasa gelap, Firman Tuhan tetap menyala memberi harapan.
Karena itu, jangan berjalan hanya mengandalkan mata jasmani dan pikiran manusia.
Nyalakanlah “lampu rohani” melalui Firman Tuhan, agar setiap langkah kita tetap berada di jalan yang benar menuju tujuan yang Tuhan kehendaki.
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119: 105)
Salam kasih untuk sesama, karena hidup akan lebih bermakna ketika berjalan bersama Terang Tuhan.
NAFAS KASIH 🌿
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong









