“Ikutilah Aku.”
Kalimat itu sederhana, tetapi setiap hari kita dihadapkan pada pertanyaan yang sama: siapa yang sebenarnya sedang kita ikuti?
Jujur saja, ego itu licin. Kadang tidak terlihat seperti dosa.
Ego bisa muncul dalam bentuk ingin dihargai, ingin menang sendiri, ingin dianggap paling benar, atau ingin semua berjalan sesuai maunya kita.
Masalahnya, ego sering menyamar sebagai “ini kan yang terbaik buat aku.”
Nah, di sinilah kita perlu berhenti sejenak.
Judas Iskariot pernah berjalan bersama Yesus.
Ia mendengar pengajaran yang sama dengan murid-murid lain, melihat mukjizat yang sama, bahkan dipercaya memegang kas kelompok.
Dari luar, hidupnya tampak baik-baik saja. Tetapi perlahan, ada sesuatu yang mengambil alih hatinya.
Bukan Yesus lagi, melainkan kepentingannya sendiri.
Lalu bagaimana dengan kita?
Bisa jadi kita tetap rajin beribadah, melayani, bahkan aktif di gereja.
Namun pertanyaan yang lebih penting adalah: siapa yang sedang mengendalikan hati kita? Tuhan, atau ego?
Mengikuti kehendak Tuhan memang tidak selalu mudah.
Adakalanya kita harus mengampuni ketika hati masih terluka.
Kadang kita harus tetap jujur ketika orang lain memilih jalan pintas.
Bahkan ada saatnya kita harus tetap rendah hati ketika sebenarnya kita ingin dipuji.
Sebaliknya, mengikuti ego memang terasa lebih enak di awal.
Namun sering kali ujungnya adalah penyesalan, relasi yang rusak, dan hati yang semakin jauh dari Tuhan.
Hari ini, coba ambil waktu sebentar.
Sebelum membuat keputusan, sebelum membalas pesan dengan emosi, sebelum menghakimi orang lain, tanyakan satu hal kepada dirimu:
“Tuhan, ini kehendak-Mu… atau cuma ego-ku?”
Kalau kita mulai membiasakan pertanyaan itu setiap hari, kita akan belajar berjalan lebih dekat dengan Tuhan daripada dengan keinginan diri sendiri.
Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi tentang siapa yang paling setia mengikuti Sang Guru.
Renungan Singkat
Hari ini, siapa yang sedang memegang kemudi hidupmu?
Tuhan… atau ego?
Pilihan itu mungkin terlihat kecil, tetapi bisa menentukan arah hidupmu.
“Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37: 5)
Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong









