Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Ikutilah Aku.”

Kalimat itu sederhana, tetapi setiap hari kita dihadapkan pada pertanyaan yang sama: siapa yang sebenarnya sedang kita ikuti?

Jujur saja, ego itu licin. Kadang tidak terlihat seperti dosa.

Ego bisa muncul dalam bentuk ingin dihargai, ingin menang sendiri, ingin dianggap paling benar, atau ingin semua berjalan sesuai maunya kita.

Masalahnya, ego sering menyamar sebagai “ini kan yang terbaik buat aku.”
Nah, di sinilah kita perlu berhenti sejenak.

Judas Iskariot pernah berjalan bersama Yesus.

Ia mendengar pengajaran yang sama dengan murid-murid lain, melihat mukjizat yang sama, bahkan dipercaya memegang kas kelompok.

Dari luar, hidupnya tampak baik-baik saja. Tetapi perlahan, ada sesuatu yang mengambil alih hatinya.

Bukan Yesus lagi, melainkan kepentingannya sendiri.

Lalu bagaimana dengan kita?

Bisa jadi kita tetap rajin beribadah, melayani, bahkan aktif di gereja.

Namun pertanyaan yang lebih penting adalah: siapa yang sedang mengendalikan hati kita? Tuhan, atau ego?

Mengikuti kehendak Tuhan memang tidak selalu mudah.

Adakalanya kita harus mengampuni ketika hati masih terluka.

Kadang kita harus tetap jujur ketika orang lain memilih jalan pintas.

Bahkan ada saatnya kita harus tetap rendah hati ketika sebenarnya kita ingin dipuji.

Sebaliknya, mengikuti ego memang terasa lebih enak di awal.

Namun sering kali ujungnya adalah penyesalan, relasi yang rusak, dan hati yang semakin jauh dari Tuhan.

Hari ini, coba ambil waktu sebentar.

Sebelum membuat keputusan, sebelum membalas pesan dengan emosi, sebelum menghakimi orang lain, tanyakan satu hal kepada dirimu:

“Tuhan, ini kehendak-Mu… atau cuma ego-ku?”

Kalau kita mulai membiasakan pertanyaan itu setiap hari, kita akan belajar berjalan lebih dekat dengan Tuhan daripada dengan keinginan diri sendiri.

Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi tentang siapa yang paling setia mengikuti Sang Guru.

Renungan Singkat

Hari ini, siapa yang sedang memegang kemudi hidupmu?

Tuhan… atau ego?

Pilihan itu mungkin terlihat kecil, tetapi bisa menentukan arah hidupmu.

“Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37: 5)

Penyebar: Shalom.click | Ingot Simangunsong 

Berita Terkait

Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi
Ketika Pajak Menjadi Beban: Belajar dari Raja Rehabeam dan Suara Para Nabi
Korupsi berawal dari hati yang tidak pernah puas
Generasi Digital: Bijak Menggunakan Teknologi sebagai Alat Kemuliaan Tuhan
Suara Rakyat adalah Suara Tuhan? Benarkah atau sekadar Slogan Politik?
Ketika kebencian mudah menyebar, orang percaya dipanggil menebar damai
Ketika perbedaan menjadi berkat
Salib Kasih Tarutung: Jejak Sejarah Berdirinya Monumen Iman di Tanah Batak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Ketika Pajak Menjadi Beban: Belajar dari Raja Rehabeam dan Suara Para Nabi

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Generasi Digital: Bijak Menggunakan Teknologi sebagai Alat Kemuliaan Tuhan

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Suara Rakyat adalah Suara Tuhan? Benarkah atau sekadar Slogan Politik?

Berita Terbaru

SULUH ZAMAN

Lagi Ikutin Tuhan… atau Cuma Ngikutin Ego?

Rabu, 5 Agu 2026 - 21:28 WIB

SULUH ZAMAN

Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi

Rabu, 5 Agu 2026 - 10:36 WIB

RENUNGAN

Tidak mungkin melayani dua tuan

Rabu, 5 Agu 2026 - 04:28 WIB