Selamat malam, kawan shalom.click
Chat yang sangat singkat ini sebenarnya menyimpan ruang untuk perenungan.
Teman bertanya, “Bagaimana perekonomianmu saat ini, sudah membaik?” Pertanyaan itu dijawab jujur, “Belum membaik.” Setelah itu percakapan berhenti.
Di satu sisi, mungkin tidak ada yang salah. Bisa jadi teman itu sedang sibuk, atau memang tidak tahu harus menjawab apa. Namun dari peristiwa sederhana itu, ada pelajaran rohani yang menarik.
Ketika kejujuran tidak selalu mendatangkan respons
Banyak orang senang mendengar kabar baik. Tetapi tidak semua orang siap mendengar kenyataan yang belum baik.
Padahal dalam kehidupan, tidak setiap musim adalah musim panen. Ada musim menabur, menunggu, bahkan bertahan.
Firman Tuhan berkata:
“Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis.” (Roma 12: 15)
Ayat ini mengajarkan bahwa kasih tidak berhenti pada bertanya. Kasih hadir ketika mau ikut merasakan keadaan orang lain, baik suka maupun duka.
Allah tidak berhenti saat mendengar “belum”
Yang lebih menguatkan adalah kenyataan bahwa Tuhan tidak seperti manusia yang terkadang kehabisan kata-kata.
Ketika kita berkata kepada Tuhan: “Tuhan, keadaan saya belum membaik.”
Dia tidak meninggalkan percakapan itu.
Justru sering kali dari kata “belum” itulah Tuhan memulai karya-Nya.
Dalam Alkitab, banyak tokoh hidup dalam masa “belum”:
Abraham belum memiliki anak.
Yusuf belum melihat mimpinya tergenapi.
Daud belum menjadi raja.
Lazarus belum bangkit dari kubur.
Tetapi Tuhan bekerja di dalam masa “belum” itu.
“Belum” bukan berarti “Tidak Akan”
Ada perbedaan besar antara belum dan tidak akan.
“Belum” berarti proses masih berlangsung. “Belum” berarti Tuhan masih bekerja. “Belum” berarti cerita belum selesai.
Firman Tuhan mengingatkan:
“Segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” (Pengkhotbah 3: 1)
Mungkin perekonomian belum membaik. Mungkin usaha belum berkembang. Mungkin doa belum terjawab seperti yang diharapkan.
Namun selama Tuhan masih memberi napas kehidupan, selalu ada kemungkinan bagi-Nya untuk membuka jalan yang baru.
Perenungan untuk shalom.click
Ketika manusia berhenti bertanya setelah mendengar keadaan kita belum baik, Tuhan tidak pernah menghentikan percakapan-Nya dengan kita.
Dia tetap mendengar. Dia tetap memperhatikan. Dia tetap bekerja.
Karena itu, jangan malu mengatakan kondisi yang sebenarnya. Kejujuran di hadapan Tuhan sering kali menjadi awal dari pemulihan yang sejati.
Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong









