Kawan shalom.click,
Mazmur 87: 7 adalah ayat yang sangat indah dan penuh pengharapan:
“Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: Segala mata airku ada di dalammu.” (Mazmur 87: 7)
Apa arti “Segala mata airku ada di dalammu”?
Dalam konteks Mazmur 87, pemazmur sedang berbicara tentang Sion, kota Allah, tempat hadirat Tuhan dinyatakan.
Ketika ia berkata “Segala mata airku ada di dalammu”, yang dimaksud bukan sekadar sumber air secara fisik, melainkan:
Sumber kehidupan
Sumber sukacita
Sumber pengharapan
Sumber kekuatan
Sumber berkat
Sumber masa depan
Dengan kata lain, pemazmur mengakui bahwa segala sesuatu yang membuat hidup tetap berjalan berasal dari Tuhan sendiri.
“Mata air” dalam Alkitab sering melambangkan kehidupan yang tidak pernah kering. Sama seperti mata air yang terus mengalir meskipun musim berubah, demikian pula penyertaan Tuhan kepada umat-Nya.
Mengapa mereka bernyanyi dan menari?
Karena mereka menyadari bahwa keamanan hidup mereka tidak bergantung pada kekayaan, kerajaan, atau kondisi ekonomi, tetapi pada Allah.
Sukacita mereka lahir bukan dari situasi yang sempurna, melainkan dari keyakinan bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan mereka.
Relevansi dengan dunia saat ini
Saat ini dunia menghadapi banyak tantangan:
Pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Harga kebutuhan pokok yang meningkat.
Ketidakpastian lapangan kerja.
Konflik geopolitik.
Kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.
Kesenjangan sosial yang semakin lebar.
Dalam situasi seperti ini, banyak orang mulai bertanya:
“Dari mana masa depan saya?” “Apakah saya masih bisa bertahan?” “Siapa yang menjamin hidup saya?”
Mazmur 87: 7 menjawab pertanyaan itu dengan sangat sederhana:
Jangan menjadikan keadaan ekonomi sebagai mata airmu. Jadikan Tuhan sebagai mata airmu.
Bukan berarti orang percaya mengabaikan kerja keras atau perencanaan keuangan.
Namun ayat ini mengingatkan bahwa sumber utama kehidupan bukanlah rekening bank, investasi, jabatan, atau pasar dunia.
Semua itu bisa berubah. Tetapi Tuhan tetap sama.
Pesan bagi orang percaya
Di tengah dunia yang cemas karena ekonomi, Mazmur 87:7 mengajak kita untuk:
Tetap bekerja dengan setia.
Tetap mengelola keuangan dengan bijaksana.
Tetap peduli terhadap sesama yang kesulitan.
Tetap percaya bahwa Tuhan sanggup memelihara umat-Nya.
Tetap bersyukur bahkan ketika keadaan belum ideal.
Karena ketika manusia hanya bergantung pada sumber-sumber dunia, ia mudah takut. Tetapi ketika ia menemukan “mata air” di dalam Tuhan, ia memiliki harapan yang tidak ikut kering meskipun musim kehidupan sedang sulit.
Renungan singkat
Mungkin dunia sedang berbicara tentang krisis, resesi, dan ketidakpastian. Namun Mazmur 87: 7 mengingatkan bahwa masih ada satu mata air yang tidak pernah mengering.
Ketika pasar bergejolak, Tuhan tetap setia. Ketika peluang menyempit, Tuhan tetap membuka jalan. Ketika kekuatan manusia habis, kasih karunia-Nya tetap mengalir.
Karena itu, orang percaya dapat tetap bernyanyi di tengah musim yang sulit, sebab ia tahu:
“Segala mata airku ada di dalam Tuhan.” 🙏✨
Penyebar: shalom.click | Ingot Simangunsong









